Mempermudah Urusan

0

Seorang muslim yang rela menerima islam, akan selalu mempermudah  urusan orang lain  atau dirinya sendiri, tidak akan mempersulitnya, sebab salah satu ciri orang yang beriman adalah  mempermudah dalam menghadapi segala urusan, karena hal ini diridhai Allah ta’ala:

Allah  menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki  kesulitan. (QS. Al-Baqarah: 185)

Selain dari pada itu dinyatakan juga oleh isyarat petunjuk nabi yang mulia, bahwa umat islam itu diperintahkan untuk mempermudah dan meninggalkan segala yang mempersulit.

Ajarilah olehmu dan mudahkanlah olehmu dan jangan kamu  mempersulit, jika salah  seorang di antara kamu ada yang marah maka hendaklah kamu  diam. (HR. Bukhari).

Sesungguhnya seorang muslim seyogyanya tidak memaksakan sesuatu dalam kesulitan dan menitikadkan suatu perkara, dan bagi yang memang ingin mempersulitnya, karena memiliki sifat yang kerdil dan kurang  berpendidikan.

Sedangkan orang yang terdidik oleh  adab isla, maka dia tidak akan  mengenal kata sulit dan tidak berniat untuk mempersulit, tidak akan mmemaksakan hal-hal yang sulit di dalam suatu persoalan, ia akan selalu memperhatikan petunjuk rasulullah saw dan mencontoh akhlak beliau.

Dari ummul mukminin Aisyah ra:

Jika menghadapi dua perkara, rasulullah akan memilih yang termudah, jika kiranya tidak mengandung dosa. Jika urusan itu mengandung dosa, seluruh manusia harus menjauhinya. Apa yang menjadi pendirian rasulullah dalam menghadapi sesuatu ialah tidak membalas sesuatu kepada siapapun jika yang disakiti  itu hanya dirinya saja, kecuali jika larangan Allah telah dilanggar, maka beliau  akan marah  dan membalasnya semata-mata hanya karena Allah. (HR. Muttafaq Alaih).

Sesungguhnya persepsi nabi saw ini  didasarkan atas kondisi manusia, seperti misalnya mereka suka kehilangan keseimbangan dalam mempersiapkan atau menghadapi ‘tanjakan-tanjakan’ yang membutuhkan kesabaran, oleh karena itu diperlukan kemudahan-kemudahan. Janganlah memberi halanagan kepada orang yang  dipersulit suatu gangguan atau kejutan yang dapat mempersulit permasalahan.  Selain itu, hendaklah memilih petunjuk nabi saw sebagai tauladan di kalangan umat islam untuk melepaskan hidup dari berbagai ikatan yang memberatkan diri mereka..

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply