Memberikan Keputusan Yang Adil Di Antara Sesama Manusia

0

Memberikan keputusan yang adil di antara sesama manusia juga termasuk kewajiban besar yang harus diemban oleh seorang penguasa. Allah ta’ala berfirman:

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. Shaad: 26).

Allah ta’ala berfirman

dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. (QS. An-Nisa’: 58)

Rasulullah shollaullohu alaihi wasalam bersabda:

Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil pada hari kiamat kelak berada di atas mimbar dari cahaya di sebelah kanan Ar-Rahman. Kedua tangan Allah adalah kanan. (Mimbar tersebut) diberikan untuk orang yang bersikap adil dalam memutuskan hukum terhadap keluarga dan orang-orang yang diurusnya.[1]

Oleh karena itu, seorang pemimpin wajib bersikap adil terhadap rakyatnya dan memberikan perlakuan yang sama di antara mereka.

Allah ta’ala berfirman:

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (QS. Al-Maidah: 8).

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Tidaklah seseorang memimpin sepuluh orang, melainkan ia akan di datangkan dalam keadaan tangan yang terbelenggu pada hari kiamat, hingga keadilanlah yang akan melepaskannya dari ikatan atau kezhalimanlah yang akan membuat dirinya celaka.[2]

Bagi seorang pemimpin dijanjikan sebuah ganjaran yang besar jika ia bertindak adil di dalam melaksanakan pemerintahannya.

Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda:

Tujuh orang yang akan dinaungi Allah pada hari ketika tiada naungan selain naungan-Nya: seorang imam yang adil.[3]

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Muslim (1827) dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhu.

[2] HR. Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (X/96) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Hadits ini tertera dalam Shahiihul Jaami’ (5695).

[3] HR. Al-Bukhari (660, 1433, 6479, 6806) dan Muslim (1031) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.

Leave A Reply