Memberikan Kelapangan Bagi Yang Kesusahan

0

Seorang muslim yang taat pada-Nya, akan bersifat toleran, baik dalam masalah jual beli atau hal lainnya, terpuji akhlaknya dan selalu berusaha untuk meringankan kesulitan orang susah. Firman Allah;
jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 280).
Seorang muslim yang berusaha meringankan beban saudaranya yang terjerat hutang dan dalam keadaan sukar, dengan cara memberi tangguh pembayaran hutangnya atau melepaskan hutang-hutangnya itu, maka kelak Allah akan mempermudah segala urusanya di hari kiamat dan akan dinaungi-Nya dengan Arsy-Nya.
Abu Qatadah ra berkata;
Aku mendengar rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memudahkan kesulitan muslim lainnya untuk mendapatkan keselamatan dari Allah dari kesulitan-kesulitan hari kiamat, maka mudahkanlah kesulitan (orang lain) atau melepaskan bebannya.” (HR. Muslim).
Abu Hurairah berkata bahwa rasulullah bersabda;
“Barangsiapa yang menangguhkan pembayaran hutang atau membebaskan hutang baginya, maka Allah akan menaunginya di hari kiamat di bawah naungan Arsy-Nya dimana tidak ada naungan lagi selain naungan-Nya.” (HR. Turmudzi).
Memberi kelapangan bagi saudaranya yang sulit merupakan suatu amalan yang oleh Allah akan dibalas dengan kelapangan selapang-lapangnya dan diselamatkan dari ‘saat-saat yang mengerikan dan menyeramkan’, di hari semua orang dibangkitkan oleh rabb semesta alam.
Dari Abu Hurairah ra, rasulullah bersabda;
“Ada seseorang menghutangi orang lain, dan ia berkata kepada seorang hambanya, ‘jika anda dalam kesulitan (dalam hutang misalnya), maka mintalah kelapangan dari yang memberi, agar Allah memberikan kelapangan padanya (orang yang memberi hutang) dan menemui Allah dengan mendapatkan kemudahan dari-Nya.’ (Muttafaq Alaih).
Dari Ibnu Masud ra, bahwa rasulullah bersabda, “Ada laki-laki sebelum kamu diperiksa di hadapan Allah. Ternyata ia tidak berbuat kebajikan sedikitpun, ia hanya melibatkan diri dalam perdagangan dengan orang banyak dan ia adalah orang kaya. Ia selalu memerintahkkan kepada hamba sahayanya agar memberi kelapangan pada orang-orang miskin yang dalam kesulitan maka Allah berfirman, “Kami lebih berhak darinya itu. Karena itu, hai para malaikat berilah kelapangan pada orang itu.” (HR. Muslim no. 1527).

Dan juga dari Khudzaifah ra katanya rasulullah bersabda;

“Dihadapkan kepada Allah ta’ala seorang hamba di antara hamba-hamba-Nya yang diberi-Nya harta yang banyak. Lalu Allah bertanya kepadanya, ‘Apa yang kamu lakukan di dunia?’ Jawab orang itu, ‘Ya Rabbi, Engkau telah memberiku harta yang banyak, karena itu hamba berdagang dengan oorang banyak. Sifat hamba adalah suka memberi kelapangan kepada orang yang sedang kesulitan. Karena itu hamba beri kemudahan orang yang mampu dan menangguhkan orang yang dalam kesulitan.’ Firman Allah, ‘Aku lebih berhak darimu tentang hal itu. Hai para malaikat, berikan kelapangan pada hamba-Ku ini.’ (HR. Muslim no. 1526).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

Leave A Reply