Membandingkan Kenikmatan Yang Diterima Dengan Kesulitan Yang Diterima

0

Seseorang selayaknya jika ditimpa kesulitan atau khawatir terhadapnya agar membandingkannya antara kenikmatan yang telah dia raih baik dalam hal agama maupun dunia dengan kesulitan yang ia derita, maka akan dia dapatkan betapa jauh lebih banyak kenikmatan dalam dirinya daripada kesulitan dan musibah yang dia rasakan.

Begitu  juga sebaiknya dia  membandingkan antara rasa khawatir akan berbagai kemungkinan buruk yang akan menimpanya dengan  kemungkinan keselataman darinya. Maka hendaknya dia tidak mengabaikan kemungkinan yang lebih banyak dan kuat (yang positif) demi membela kemungkinan yang lemah (negative), sehingga dengan demikian hilanglah rasa  gundah  dan resahnya.

Diapun sebaiknya memperkirakan berbagai hal yang lebih besar yang mungkin dapat menimpanya, sehingga dia mempersiapkan diri jika memang hal itu terjadi serta berupaya menghalau apa yang belum terjadi atau menyingkirkan musibah yang telah terlanjur terjadi atau memperkecilnya.

Dikutip  dari: Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di; Meraih Hidup Bahagia; islamhouse.com

 

Leave A Reply