Membalas Kebaikan dan Mengucapkan Terimakasih

0

Termasuk bagian dari akhlak seorang muslim sejati adalah  membalas kebaikan yang telah  diterimanya, berterima kasih kepada orang yang menolongnya dan  jangan mengingkari  persahabatan. Sebab yang demikian itu merupakan amalan rasulullah saw, sabda beliau:

Barangsiapa yang diperlakukan dengan baikk oleh  seseorang, maka ia hendaklah membalas kebaikan itu  sebanding dengan yang diterimanya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Di dalam hadits yang lain:

Siapa yang meminta pertolonga kepada Allah, maka hendaklah kalian tolong dia, siapa yang datang kepada kalian dengan berbuat kebaikan, maka hendaklah kalian membalas kebaikannya secara seimbang. (HR. Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad)

Islam, melalui  nabi yang mulia, memerintahkan kepada  umatnya untuk mengucapkan terimakasih  kepada orang yang berbuata baik kepada kita. Hal  ini akan membawa manfaat yang sangat besar, karena dapat mendatangkan rasa kasih sayang terhadap sesamanya.

Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya sesyukur-syukurnya manusia kepada Allah ta’ala, tergantung dari syukur mereka itu  kepada manusia. (HR. Ahmad dan Thabrani).

Seorang muslim tidak cukup dengan hanya bersyukur kepada Allah saja, tetapi dia juga harus besyukur kepada sesamanya, yaitu dengan cara berbuat baik, saling tolong-menolong, sehingga tercipta kedamaian dan ketentraman. Allah tidak akan menerima syukur para hamba-Nya pada-Nya, jika rasa syukur itu tidak dibarengi dengan rasa syukur terhadap manusia yang telah berbuat  baik padanya.

Mengenai hal ini rasulullah saw bersabda:

Tidaklah seseorang itu bersyukur kepada Allah, jika ia tidak bersyukur kepada sesama manusia. (HR. Bukhari).

Sikap yang selalu bersyukur itu adalah sikap terpuji  yang dapat mendorong pelakunya untuk berbuat baik yang dapat merangsang adanya rasa kasih sayang terhadap sesama manusia dan membuat hati mereka menuju cinta. Hal seperti inilah yang menjadi arah dan sasaran islam, yaitu menyatukan setiap hati pemeluknya.

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

Leave A Reply