Meluruskan Keyakinan Yang Salah

0

 

 
Gerhana Matahari total adalah peristiwa luar biasa bagi masyarakat Arab. Cahaya matahari lama-kelamaan menghilang, suasana pun menjadi gelap. Meskipun terjadi pada siang hari, bintang-bintang bisa terlihat di langit. Kegemparan terjadi di kalangan masyarakat Madinah. Belum ada seorang pun yang pernah melihat fenomena alam ini, ataupun mendengar tentang hal itu dari nenek moyang mereka.

Kaum muslimin maupun non-muslim saling berbisik satu sama lain, “Malapetaka besar pasti sedang menimpa dunia hari ini. Manusia yang paling dicintai Tuhan meninggal dunia hari ini. Kalau tidak, mengapa Tuhan harus mendatangkan peristiwa luar biasa itu hari ini?”
Seorang lelaki bergabung ke tengah  kerumunan dan berkata, “Tidak tahukah kalian bahwa putra Muhammad yang bernama Ibrahim meninggal dunia hari ini?”
Kerumunan orang-orang itu hampir sepakat berseteru, “Itu dia sebabnya!”
Mereka sampai pada kesimpulan bahwa gerhana luar biasa itu terjadi karena seorang dari mereka menyatakan, “Aku tahu sejak awal bahwa Muhammad bukan orang biasa. Seandainya beliau bukan nabi, niscaya Allah tidak akan menyebabkan peristiwa aneh ini saat ia kehilangan putra kesayangannya.”
Sahabat-sahabatnya menyatakan bahwa mereka juga menyadari akan hal itu. Desas-desus itu sampai ke rasulullah.
Bangsa Arab saat itu masih memiliki banyak musuh. Di antara musuh-musuh yang masih kafir itu merasakan kegelisahan yang mendalam dengan adanya gerhana yang mengancam dan mereka cenderung untuk mencari perlindungan kepada rasulullah. Seandainya rasulullah mau memanfaatkan ketakutan mereka, niscaya beliau akan meraih kemenangan dan kekuasaan bahkan mungkin musuh-musuh bebuyutan beliau sekalipun, kan tunduk dan memeluk Islam. Namun nabi tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan itu. Sebaliknya beliau merasa sangat prihatin melihat khurafat dan tahayul yang diyakini oleh umatnya.
Beliau pun menghampiri kerumunan orang di jalan maupun di pasar. Mereka segera memenuhi panggilan beliau. Terdengar beliau bersabda, “Matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, dengan perintah-Nya keduanya terbit dan terbenam. Gerhana tidak terjadi untuk menandakan kelahiran dan kematian seseorang. Bila kalian melihat peristiwa seperti ini, ingatlah Allah dan berdoalah kepada-Nya.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply