MARHABAN YA ROMADHON

0
Alhamdulillah sekarang Romadhon tahun 1435 H,artinya kita berada pada Romadhon yang kesekian kalinya, artinya musim kebaikan telah datang yang kesekian kalinya juga, artinya kemudahan yang kesekian kalinya pula untuk melipat gandakan pahala.

Meskipun berbuat kebaikan dan ibadah memang tidak boleh musiman, karena keduanya adalah nafas iman yang senantiasa harus berhembus agar iman tidak mati. Namun demikian, Romadhon memang bulan istimewa, hingga wajar jika kebaikan dan ibadah pada bulan ini meningkat dari biasanya, justru dianggap tidak wajar kalau romadhon datang, kebaikan dan ibadah tidak meningkat.

Rosullulloh bersabda : “Sungguh Romadhon telah datang kepada kalian, Alloh telah mewajibkan shoum kepada kalian, pintu-pintu surga telah dibuka, pintu-pintu neraka telah ditutup dan syaithon dibelenggu. Dibulan romadhon ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya maka ia tidak memperolehnya.” HR. Ahmad dan An-Nasa’i.

Sayangnya, ketidak wajaran inilah yang sering kita temui,banyak yang tidak tergiur dengan mengabaikan limpahan pahala. Akibatnya, bukannya memperbanyak kebaikan dan ibadah, tidak sedikit yang justru menyiapkan agenda-agenda killing time alias membunuh waktu untuk melewati  Romadhon; membunuh siang agar segara bertemu magrib, membunuh malam agar bertemu sahur, ini sama dengan membunuh romadhon agar bertemu Iedul fitri dan mudik. Jadi seakan-akan waktu berbuka, sahur, Iedul fitri dan mudik adalah inti romadhon.
Pembunuhan ini biasanya dilakukan dengan cara menenggelamkan diri dalam berbagai aktifitas yang tidak membawa maslahat baik dunia maupun akhirat, tidak sedikit yang membunuh romadhon dengan banyak tidur,ngabuburit, memancing, menonton televisi, begadang, main catur bahkan tidak sedikit pula yang menenggelamkan diri berjam-jam di dunia maya tanpa tujuan yang jelas.
Dari sudut pandang peperangan manusia versus syaithon, jelas ini merupakan salah satu dari strategi syaithon dalam memerangi manusia, ada tujuh  strategi utama dalam menjerumuskan manusia, sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Al-Qoyyim, salah satunya dan ini yang paling halus  adalah menenggelam kan manusia pada perkara yang tidak berguna, meski hukumnya mubah. Dikatakan ini yang paling halus, karena dalam hal ini manusia tidak sadar jika dirinya sedang dijebak. Walaupun sebenarnya strategi ini tidak membuahkan dosa seperti yang diharapkan syaithon , tapi paling tidak manusia tetap jauh dari kebaikan alias merugi.
Bulan romadhon memang menjadi bulan paceklik bagi syathon, pasar maksiat cenderung sepi pengunjung, selain para pelanggan  yang biasa berkunjung untuk belanja. Hal ini disebabkan pertama : syaithon dibelenggu, kedua: karena melimpahnya karunia Alloh, ketiga : kondisi hati manusia yang cenderung bagus-bagusnya ditambah hidup didaerah mayoritas muslim, maka nuansa romadhon  akan sangat terasa.
Musim pahala ini sungguh terlalu sayang untuk dilewatkan dan dibunuh alias disia-siakan , sudah selayaknya kita mencontoh bagaimana para sahabat dalam memanfaatkan romadhon, caranya dengan banyak membaca al-Qur’an, menegakkan sholat-sholat  sunnah, menambah khazanah ilmu agama baik dengan membaca buku maupun mendatangi majlis taklim hingga memperbanyak shodaqoh.
Jika menyia-nyiakan waktu secara umum adalah dicela, tentulah menyia-nyiakan waktu yang istimewa akan lebih tercela. Ada sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rosullulloh menaiki mimbar, menginjak anak tangga pertama beliau mengucapkan amin, begitu juga pada anak tangga kedua dan ketiga, lalu para sahabat bertanya : mengapa engkau  wahai Rosullulloh mengucapkan amin ? lalu beliau menjawab : malaikat Jibril telah datang dan berkata : kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup pada bulan romadhon tetapi tidak sampai terampuni dosa-dosanya lalu dimasukkan ke neraka dan jauh dari Alloh. Jibril berkata : Katakanlah amin Lalu aku pun berkata: amin.     
Terakhir, marilah kita giatkan romadhon tahun ini dengan aktifitas-aktifitas atau ibadah-ibadah yang bisa mendatangkan banyak pahala dan dosa- dosa diampuni, agar kita tidak termasuk orang yang didoakan jelek oleh Malaikat Jibril yang kemudian diaminkan oleh Rosullulloh.
Wallahu A’lam.
Tangerang, 30 Sya’ban 1435 H
Abu Uwais al-Qudsi 

Leave A Reply