Malik Syah dan Harta Anak Yatim

0

 

 
 
Suatu ketika, beberapa orang menyampaikan laporan kepada perdana menteri Nizam Al-Muluk. Laporan itu menyatakan bahwa seseorang yang kaya raya telah meninggal dunia dan hanya meninggalkan seorang anak saudara perempuannya yang sudah yatim pula sebagai pewaris tunggal. Selain itu dilaporkan pula bahwa harta pusaka tersebut harus dimasukkan ke baitul mal. Nizam mengajukan masalah itu kepada Malik Syah, tetapi ia tidak mendapat jawaban apa pun. Sang perdana menteri mengajukan lagi masalah itu kepada raja tetapi beliau diam tak memberi jawaban. 

Beberapa hari setelah itu, Malik Syah pergi berburu. Nizam Al-Muluk ikut menemaninya disertai beberapa amir. Perburuan selesai dan Malik Syah berdiri di atas sebuah gundukan tanah dan memerintahkan para pengikutnya, “Aku lapar, bawa semua roti gandung yang ada di pasar.”
Mereka menyajikan semua roti dan amir-amirnya pun turut makan hingga kenyang. Kemudian Malik Syah bertanya menyelidik, “Berapa harga yang harus kalian bayar untuk membeli roti-roti ini?”
“Empat setengah sen.” Kata para pengawal.
Malik Syah menoleh kepada Nizam Al-Muluk, “Makhluk lemah dan miskin seperti Malik Syah dan seorang perdana menteri seperti Nizam Al-Muluk serta para amir lainnya bisa makan kenyang dengan harga empat setengah sen, mengapa kita harus mengambil alih warisan anak yatim yang malang itu?”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply