Malik Al-Asytar Memohonkan Ampun

0

 

 
Suatu hari, Malik Al-Asytar lewat di pasar Kufah; mengenakan pakaian using dan menutupi kepalanya dengan kain, sehingga dia tampak seperti fakir miskin. Seorang pedagang tengah berdiri di depan warungnya dan melihat Malik Al-Asytar melintas di depan warungnya itu. Dia memandang rendah dan melemparkan sebatang ranting ke hadapan Malik Al-Asytar sebagai penghinaan.

Malik Al-Asytar tak menoleh dan terus berjalan. Seseorang yang menyaksikan peristiwa itu segera menghampiri si pedagang itu dan berkata, “Celakalah engkau, tahukan kamu siapa yang kau hina itu?”
“Tidak.” Jawab si pedagang.
“Dia adalah Malik Al-Asytar, sahabat mulia Ali bin Abi Thalib.” Tegas lelaki itu.
Tubuh si pedagang menggigil ketakutan karena telah berbuat buruk pada Malik Al-Asytar dan segera menyusulnya untuk meminta maaf. Dia melihat Malik Al-Asytar tengah masuk ke masjid dan segera melaksanakan shalat. Dia pun menunggu hingga Malik selesai menunaikan shalat. Kemudian, dia merebahkan diri dan mencium kaki Malik. Malik segera mengangkat kepala si penjual itu dan berkata, “Apa yang telah kau lakukan?”
“Saya minta maaf atas dosa saya.” Jawabnya.
Malik Al-Asytar berkata, “Engkau sama sekali tak berdosa. Demi Allah, kedatangan saya ke masjid ini adalah untuk memohon pada Allah agar memaafkan dan mengampunimu.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply