Liwath (Homosexual)

0

Kemungkaran yang dilakukan oleh kaum nabi Luth as. pada jaman dahulu adalah berhubungan intim dengan sejenis, laki-laki dengan laki-laki (homosexual). Allah ta’ala berfirman:
Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (QS. Al-Ankabut: 28-29).
Karena keji, buruk dan amat berbahayanya kemungkaran tersebut, sehingga Allah ta’ala menghukum pelaku homosexual dengan empat macam siksaan sekaligus. Suatu bentuk siksa yang belum pernah ditimpakan kepada umat lain.
Ke-empat siksaat tersebut adalah: kebutaan, membalikkan negeri mereka, menghujani mereka dengan batu-batu kerikil dari neraka serta mengirim kepada mereka halillintar. Adapun dalam syariat islam hukuman pelaku homosexual dan pasangannya, jika atas dasar suka sama suka menurut pendapat yang kuat adalah dipenggal leher keduanya dengan pedang.
Dalam sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Abbas ra. disebutkan:
Barangsiapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum luth (homosexual), maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.
Timbulnya berbagai penyakit yang pada jaman nenek moyang tak dikenal, sebagai hukuman atas merajalelanya kemaksiatan, sebagaimana kita saksikan sekarang seperti penyakit tha’un (sejenis penyakit pes yang menjadikan kelenjar-kelenjar bengkak dan lebih banyak menyebabkan penderitanya kepada kematian), dan macam-macam penyakit yang sulit disembuhkan bahkan belum ditemukan penawarnya, seperti penyakit AIDS yang mematikan, ini semuanya menunjukkan salah satu hikmah yang diberikan Allah ta’ala untuk pelaku homosexual.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah; www.islamhouse.com

Leave A Reply