Lewat Di Depan Orang Shalat

0

 

 
Pertanyaan; Apa hukumnya lewat didepan orang yang shalat? Apakah Masjidil Haram berbeda dari yang lainnya dalam masalah ini dan apa maksudnya orang yang lewat didepan orang shalat disebut memotong shalat? Apakah dia harus mengulanginya jika misalnya yang lewat didepannya anjing hitam, wanita atau keledai ?

Jawaban; Hukum lewat didepan orang shalat atau antara orang shalat dan sutrahnya adalah haram berdasarkan hadits Rasulallah saw, “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui apa hukumannya, niscaya lebih baik baginya menunggu selama empat puluh (masa) daripada melewati orang yang shalat”. (Mutafaq alaihi)
Hal tersebut juga dapat memotong shalat, yaitu membatalkannya jika yang lewat didepannya wanita baligh, keledai atau anjing hitam.
Sedangkan jika yang lewat bukan tiga hal itu, maka tidaklah memotong shalat akan tetapi hanya berkurang pahalanya berdasarkan hadits Rasulallah saw, “Shalat seorang muslim akan terpotong jika didepannya tidak terdapat sejenis ujung pelana (sutrah) oleh: wanita, keledai dan anjing hitam”. (Riwayat Muslim dalam shahihnya dari Hadits Abu Zar)
Terdapat juga hadits senada yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, akan tetapi dengan menentukan anjing hitam. Maka yang mutlak (tidak ditentukan) diarahkan kepada muqayyad (yang ditentukan) menurut para ulama.
Sedangkan di Masjidil Haram tidak diharamkan untuk lewat di depan orang shalat, dan shalat seseorang tidak akan terpotong jika terlewati ketiga hal diatas atau yang lainnya. Karenanya didalamnya merupakan tempat yang selalu penuh sesak, sulit bagi seseorang untuk menghindar dari melewati di depan orang shalat. Terdapat riwayat hadits yang jelas dalam masalah ini yang walaupun dha’if akan tetap tertutupi oleh atsar dari Ibnu Zubair dan yang lainnya. Begitu juga halnya dengan masjid an Nabawi dan tempat lainnya jika selalu penuh sesak dan sulit untuk menghindari agar tidak lewat didepan orang shalat berdasarkan firman Allah: “Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian”. (QS. At Taghabun:16) dan firman Allah: “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (QS. Al Baqarah:186) juga berdasarkan hadits Rasulallah saw: “Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya dan apa yang aku perintahkan kepada kalian maka lakukanlah semampu kalian”. (Mutafaq alaihi)

 

Leave A Reply