Kisah perempuan miskin, Sapi tua dan Gaza

0

Kisah  nyata  ini  terjadi  di  salah  sebuah  daerah  di  Yaman.Kisah  penderitaan  dan kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua orang marah, benci,  dendam  dan  sedih.  Dimana  korban  kebanyakan  adalah  anak-anak  kecil  tak  berdosa yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga  seorang perempuan tua  yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha  sekuat upaya untuk mencoba membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.
Dengan  semangat  tinggi  dan  perasaan  simpati  amat  sangat,  dia  berniat menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu. Kebetulan  hari  itu  Jumaat  dan  para  jemaah  sudah  mengerumuni  pekarangan  masjid untuk melaksanakan ibadat tersebut.
Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan memperhatikan perempuan tua nan miskin dengan  sapinya  yang  berada  di  sisi  luar  masjid.  Ada  yang  mengangguk,  ada  yang menggeleng kepala. Tak terkecuali ada juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat perempuan miskin yang setia berdiri di sisi sapinya. Masa  berlalu,  jemaah  masjid  walaupun  khusyuk  mendengar  khutbah  imam  namun sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan sapi itu masih di situ yang tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya.
Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar dibakar terik mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan sapi tua itu masih saja di situ. Segera  setelah  jemaah  selesai  solat  dan  berdoa,  tiba-tiba  perempuan  itu  dengan tergesa-gesa  menarik  sapi  itu  membawanya  ke  depan  pintu  masjid  sambil  menanti  dengan penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga orang yang tidak beranjak dan perasaan ingin tahu, apa yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.
Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata :”Wahai imam, aku telah  mendengar  kisah  sedih  penduduk  di  Gaza.  Aku  seorang  yang  miskin  tetapi  aku bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya sapi yang ku punyai untuk dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.”
Gaduh  seketika  orang  yang  berada  di  masjid  itu.  Imam  kaget  dengan  permintaan perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana membawa sapi tua itu ke Gaza?  Kemudian  para  jemaah  mulai  bercakap-cakap.  Ada  yang  mengatakan  tindakan  itu tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga.
“Tolonglah.. bawalah sapi ini ke Gaza. Inilah saja yang aku punya. Aku ingin benar membantu  mereka,”  ulang  perempuan  yang  tidak  dikenali  itu.  Imam  tadi  masih keberatan.Masing-masing  jemaah  berkata-kata  dan  berbisik  antara  satu  sama  lain.  Semua pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu.
Mata  perempuan  tua  yang  miskin  itu  sudah  mulai  berkaca  dan  berair  namun  tetap tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana. Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea: ”Tak mengapalah, biar  aku  beli  sapi  perempuan  ini  dengan  harga  10,000  riyal  dan  bawa uang  itu  kemudian sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.
Imam  kemudian  nampak  setuju.  Perempuan  miskin  tua  itu  kemudian  menyeka  air matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat jemaah itu. Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat lagi: ”Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk membeli sapi ini dan duit nya nanti diserahkan ke Gaza?”
Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini diterima  semua  orang.  Kemudian  dalam  beberapa  menit  para  jemaah  berebut-rebut menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang tertinggi. Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika.
Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama proses lelangsapi tersebut. Akhirnya  sapi  tua,  kurus  dan  tidak  bermaya  milik  perempuan  tua  miskin  itu  dibeli dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam masjid, semua sepakat membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah berbicara kepada perempuan tua itu.
“Kami  telah  melelang  sapi  kamu  dan  telah  mengumpulkan  uang  sejumlah  500,000 riyal untuk membeli sapi itu. Akan tetapi kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam untuk  disampaikan  kepada  penduduk  Gaza  dan  sapi  itu  kami  hadiahkan  kembali  kepada kamu,”  katanya  sambil  memperhatikan  perempuan  tua  nan  miskin  itu  yang  kembali meneteskan air mata…gembira.
Tanpa  diduga,  Allah  mentakdirkan  segalanya,  niat  perempuan  miskin  itu  untuk membantu  meringankan  beban  penderitaan  penduduk  Palestina  akhirnya  tercapai  dan dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya yang ada . Subhanallah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan niat kalian.” (shahih Muslim dan lainnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa  yg  bersedekah  (walau)  sebesar  kurma  dari  usaha  yg  baik,  dan  Allah tidak  menerima  kecuali  yg  baik,  dan  Sungguh  Allah  swt  menerimanya  dengan  sambutan hangat,  lalu  melipat  gandakannya  untuk  orang  itu  seperti  kalian  mengasuh  bayi  yang disusuinya, hingga sebesar gunung” (Shahih Bukhari)
Hikmah  dari  kisah  ini  adalah  segala  niat  murni  yang  baik  senantiasa  mendapat perhitungan dan ganjaran Allah apalagi jika datang dari hati kecil seorang yang miskin yang mau membantu umat islam  yang menderita akibat dizalimi rejim zionis israel, biarpun diri serba payah dan serba kekurangan. sesuai dengan Firman Allah Ta’ala,
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikanbisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau  mengadakan  perdamaian  di  antara  manusia.  Dan  barangsiapa  yang  berbuat demikian  karena  mencari  keridhaan  Allah,  maka  kelak  Kami  memberi  kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ [4] :114)
Semoga bermanfaat…….
(Kisah ini di ambil dari Timbalan Mursyidul Am PAS Dato’ Haron Din kepada Harakah daily melalui kisah nyata yang di terbitkan di sebuah majalah Arab)
Source : pondokhabib
Edited By Catatan Catatan Islam
Shared By Kisah Penuh Hikmah
http://virouz007.wordpress.com/

Leave A Reply