Kepahlawanan Sa’ad Al-Aswad

0

 

 
Sedikit ada masalah pada Sa’ad Al-Aswad karena kebetulan tidak ada gadis yang bersedia menjadi istrinya. Akhirnya ia mengadu kepada rasulullah saw dan meminta bantuan beliau. Rasulullah saw kemudian mencarikan calon mempelai wanita yang cocok dan akhirnya beliau menyarankan putri Umar bin Wahhab agar bersedia menjadi istri Sa’ad. Sa’ad merasa sangat bersuka-cita atas keberhasilan rasulullah saw melakukan negoisasi dengan keluarga mempelai wanita. Ia segera melakukan persiapan-persiapan untuk resepsi pernikahannya. Hari pernikahan pun ditentukan dan persiapan sudah selesai. Hari yang ditunggu-tunggu tiba dan Sa’ad ke pasar untuk membeli perlengkapan nikah yang akan diberikan kepada calon istrinya.

Tiba-tiba sebuah suara mengetuk gendang telinganya. Ada seseorang yang mengumumkan, “Sudah tiba saatnya berjihad. Bersiaplah wahai tentara Allah! Bersiaplah dan bergegaslah mempersiapkan senjata dan kuda-kuda kalian dan bergabunglah dalam peperangan!”
Sa’ad mendengarkan seruan itu, ia berhenti sejenak, berpikir dan berpikir lagi. Keputusan sudah ia buat, ia mengurungkan untuk membeli perlengkapan nikah. Sebagai gantinya ia membeli pedang, tombak dan seekor kuda. Dengan perlengkapan tersebut ia bergabung dengan tentara Islam yang bergegas menuju medan tempur.
Sa’ad bertarung dengan keberanian dan semangat luar biasa dan ia akhirnya tewas di medan perang. Lelaki yang malang itu seharusnya mempersembahkan hadiah kepada calon isterinya, ternyata harus mempersembahkan hidupnya kepada Allah sebelum matahari terbenam.
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply