Kekuasaan Raja Islam Di Demak Di Daerah Seberang Laut Pada Paruh Pertama Abad Ke-16

0

 

 
Menetapnya orang-orang Portugis di Malaka pada tahun 1511 dan kekalahan perang di laut yang diderita oleh angkatan laut Jepara pada tahun 1512-1513, telah merugikan kekuasaan raja-raja di kota-kota pantai Jawa terhadap daerah-daerah seberang di Sumatera dan Kalimantan; begitulah perkiraan orang. Sungguh mengecewakan bahwa sampai sekarang sedikit saja dapat ditemukan berita-berita yang jelas, yang menyangkut sejarah zaman tersebut. Tetapi, mungkin juga pada abad ke-16 hubungan antara Jawa Timur dan Palembang masih tetap berlangsung, dalam bentuk seperti yang telah ada pada zaman maharaja-maharaja “kafir” di Majapahit.

Mengenai hubungan antara Demak dan pantai selatan Kalimantan, Kronik Banjarmasin mempunyai cerita-cerita legendaris yang pantas diberitakan di sini. Menurut cerita tutur Banjar, kekuasaan maharaja Islam di Demak telah tertanam di Banjarmasin dengan kekuatan tentara yang untuk keperluan itu telah dikirim berdasarkan permintaan salah seorang calon pengganti raja. Mereka datang untuk bertindak sebagai penengah dalam sengketa dalam kalangan keluarga raja. Calon pewaris mahkota yang didukung oleh rakyat Jawa masuk agama Islam. Kemudian, dari seorang ulama bangsa Arab ia menerima nama Islam. Selama maharaja Islam masih hidup, raja Banjar ini setiap tahun mengirim seorang utusan membawa upeti. Waktu kekuasaan beralih ke tangan raja Pajang di Jawa Tengah, penghormatan itu dihentikan.
Besar kemungkinan cerita tutur Banjar ini benar. Kuatnya pengaruh kebudayaan Pesisir Jawa Tengah yang tertanam di Kalimantan Selatan terbukti antara lain dari ungkapan-ungkapan setempat yang banyak bercampur dengan bahasa Jawa, dan juga dari seni panggung rakyat setempat. Hubungan laut antara Banjar dan pantai utara Jawa sepanjang tahun dapat dilangsungkan dengan kapal layar, baik di musim kemarau maupun di musim hujan. Selama di bandar-bandar di pantai utara Jawa masih terdapat kekuasaan Islam yang kuat, orang Jawa tanpa banyak kesulitan dapat memperlihatkan pengaruhnya di daerah Seberang.
Dikutip dari Kerajaan-kerajaan Islam Di Jawa, DR. H.J. DE GRAFF, DR. TH. G.TH. PIGEAUD

 

Leave A Reply