Kebenaran Tidak Bisa Diingkari

0

 

 
Nabi Muhammad saw mulai menyebarkan Islam. Hari demi hari ia mendapat banyak pengikut baru. Tekanan kaum Quraisy terhadap beliau tidak mampu membendung arus agama yang dibawanya.
Kini bahkan orang-orang asing di luar Makkah banyak yang memeluk Islam. Keadaan ini membuat gusar kaum kafir Quraisy. Mereka pun mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan bagaimana melakukan propaganda yang efektif bagi orang-orang di luar Makkah agar mereka tidak masuk Islam.

Salah seorang berdiri dan berkata, “Kita bisa mengatakan kepada orang-orang asing bahwa Muhammad tidak lebih dari tukang rama.”
Walid bin Mughirah berkata dengan nada protes, “Orang tidak akan mempercayai pendapat ini, karena aku sering menemui banyak tukang ramal namun ucapan dan nasihat Muhammad tidak mirip sama sekali dengan mereka.”
Orang kedua menimpali, “Kalau begitu kita bilang saja pada mereka bila Muhammad itu gila.”
Lagi-lagi Walid membantah, “Ini pun tidak akan bisa meyakinkan orang.”
Orang ketiga mengajukan usul, “Kita bilang bahwa Muhammad itu sekedar penyair.”
Walid kembali menyanggah, “Aku sangat menguasai dunia syair, tetapi ucapan Muhammad tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan syair.”
Orang keempat berkata, “Dia itu tukang sihir.”
Walid menimpali, “Keluhuran budi pekertinya, keagungan dakwahnya dan etika berpakaian Muhammad tidak pernah terlihat pada seorang penyihir pun.”
Orang kelima menanyakan kepada Walid tentang pendapatnya, lalu ia menjawab, “Aku tidak tahu bagaimana mengurangi citra Muhammad di mata orang lain. Ucapannya sangat murni, sangat indah dan memikat, sehingga bisa memisahkan anak dari orang tuanya, orang tua dengan anaknya, istri dari suaminya, bahkan sesama saudara.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply