Kandungan QS. Al-hadid ayat 16 (surat ke-57)

0

۞ ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله وما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم ۖ وكثير منهم فاسقون

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.
[Quran 57:16]

Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat ini):

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Kitab al-Mushannaf, yang bersumber dari ‘Abdul ‘Aziz bin Abi Rawad bahwa ketika para shahabat Nabi saw. tampak sendang bersenda gurau dan tertawa-tawa, turunlah ayat ini (al-Hadid: 16) mengingatkan mereka agar selalu ingat kepada Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bin Hayyan bahwa ketika para shahabat Nabi saw. sedang bersenda gurau, Allah menurunkan ayat ini (al-Hadid: 16) yang mengingatkan mereka agar selalu ingat kepada Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as-Suddi yang bersumber dari Qasim bahwa para shahabat Rasulullah saw. mengharapkan suatu cerita dari Rarulullah saw. Maka turunlah ayat nahnu naqushshu ‘alaika ahsanal qashash….(kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik…) (Yusuf: 3), yang menegaskan bahwa Allah menyajikan cerita yang paling baik, yang tercantum di dalam al-Qur’an. Tapi mereka menghendaki yang lainnya lagi, dan berkata: “Berilah kami cerita yang lain ya Rasulullah.” Maka turunlah ayat ini (al-Hadid: 16) yang menberikan peringatan agar tunduk hati mengingat Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak di dalam Kitab az-Zuhd, dari Sufyan yang bersumber dari al-A’masy bahwa ketika para shahabat Nabi saw. (sewaktu hijrah dari Mekah) sampai di Madinah, mereka menderita penghidupan yang pahit. Mereka merasa lemah lunglai dalam kehidupan sehari-hari, dan berbakti kepada Allah tidak seperti sedia kala. Maka turunlah ayat ini (al-Hadid: 16) yang mengingatkan mereka untuk lebih khusyuk kepada Allah.

Tafsir ayat 16 ini :
Ketika menafsirkan ayat ini Qatadah rahimahulah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diangkat dari manusia adalah khusyu’.” (HR. Thabrani dalam Musnad as-Syamiyin, 2570 . Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, 4 /323).
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah ta’ala melarang kaum beriman menyerupai orang-orang yang diberi Kitab sebelum mereka yaitu kaum Yahudi dan Nasrani, ketika waktu yang lama berlalu kemudian mereka pun mengganti dan merobah ayat-ayat dalam Kitab Allah yang ada di hadapan mereka dan mereka menjualnya dengan harga yang sangat murah, mereka mencampakkannya di belakang punggung-punggung mereka, mereka menyibukkan diri dengan pendapat-pendapat yang menyimpang serta dan ucapan- ucapan yang dusta, mereka membebek para tokoh dalam menjalani agama Allah, mereka menjadikan para pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai sesembahan selain Allah, maka ketika itulah hati mereka menjadi keras, sehingga mereka tidak bisa menerima nasehat dan hati mereka tidak menjadi lembut ketika mendengar janji dan peringatan yang disampaikan.” (Tafsir al-Qur’an al- ‘Azhim, 4 /323).

Waallahua’lam

Leave A Reply