Jauh Dari Ghibah dan Namimah

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
0

Setiap muslim yang ingin mencapai derajat tinggi di sisi Allah haruslah waspada terhadap ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Keduanya sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Islam. Ingatlah firman Allah:

Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12)

Begitu jijiknya digambarkan orang yang suka menggunjing sesamanya, bagaikan makan daging bangkai  orang. Muslim yang menjaga kehormatan diri tentu menghindar dari ghibah, segera menuju kepada ampunan Allah andaikan ia pernah atau suka menggunjing orang lain sebelumnya.

Rasulullah saw pernah ditanya sahabatnya tentang kriteria muslim yang terbaik. Rasulullah menjawab,

“Yaitu mereka  yang kaum muslimin di sekitarnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Muttafaq Alaih).

Melalui sabdanya di atas, nabi saw memberi bimbingan agar sahabatnya selalu waspada dan menghindar dari gibah dan perkataan buruk. Beliau saw berkata pula,

“Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dibelakang saudaranya (maksudnya ketika dia tidak ada), niscaya Allah akan mencegah api neraka dari wajahnya pada hari kiamat.’ (HR. Ahmad dan Turmudzi).

Seorang muslim yang takwa juga harus menjauhi namimah dalam kehidupan masyarakat. Islam mengajarkannya bahwa namimah (adu domba) akan menyeret kepada kejahatan. Tidak ada yang akan diperoleh kecuali kerusakan pada umat manusia. Cinta kasih dan persahabatan akan hancur olehnya.

Asma binti  Yazid mengatakan,

“Rasulullah bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sekalian hal yang dapat memuliakanmu?” Para sahabat menjawab, “Ya, wahai rasulullah.” Kemudian Rasulullah berkata, “Mereka yang jika mengemukakan pendapat selalu mengingat Allah.” Selanjutnya rasulullah berkata, “Maukah aku beritahukan siapa yang terjelek di antara kalian? Yaitu mereka yang melangkah dengan dipenuhi namimmah, merusak ikatan cinta kasih dan melakukan perbuatan zalim lagi hina terhadap orang-orang baik.” (HR. Ahmad).

Setiap pelaku adu domba dan perusak pantas mendapat kehinaan di dunia, baginya kesengsaraan di  akhirat, ditimpa siksa yang berat. Rasulullah saw mengatakan,

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muttafaq Alaih)

Mereka yang tidak mampu menghilangkan sifat namimah dari dirinya akan menerima segala akibatnya di kemudian hari, keluh kesah dan terkejut. Yaitu,  pada saat menjumpai siksa kubur yang amat pedih. Ibnu Abbas menceritakan,

“Rasulullah saw suatu ketika melewati dua kuburan, beliau berkata, “kedua orang ini mendapat siksaan besar, yang satu  adalah tukang adu domba, sedang lainnya tidak tuntas (dalam istinja) ketika kencingnya…” (HR. Asy-Syaikhan).

Dikutip dari: DR. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply