Jangan Mengatakan: “Hambaku” (‘Abdi; Amati)

0

Syaikh Muhammad At-Tamimi

——————————————————————————–

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah seseorang di antara kamu mengatakan (kepada sahaya atau pelayannya): “Hidangkan makan atau berikan air wudhu’ kepada Gusti Pangeranmu (Rabbaka), dan biarlah pelayan itu mengatakan: “Tuanku (Sayyidi; Maulaya); janganlah pula seseorang diantara kamu mengatakan kepadanya: “Abdiku, hambaku (‘abdi; amati)”, tetapi hendaklah mengatakan: “Bujangku (fataya), gadisku (fatati) dan anakku (ghulami)”.”

Kandungan tulisan ini:

Dilarang mengatakan: “Abdiku, hambaku” (‘abdi; amati).

Dilarang bagi sahaya untuk menyebut: “Gusti Pangeranku” (Rabbi); dan dilarang untuk menyuruhnya dengan mengatakan: “Hidangkan makan untuk Gusti Pangeranmu (Rabbaka)”.

Diajarkan kepada si tuan supaya mengatakan: “Bujangku (fataya), gadisku (fatati) atau anakku (ghulami).”

Dan diajarkan kepada pelayan untuk mengatakan: “Tuanku (Sayyidi; Maulaya)”.

Maksud hal tersebut, yaitu: pengamalan tauhid dengan semurni-murninya sampai dalam hal ucapan.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

——————————————————————————–

Leave A Reply