Ilmu

0

Wajib bagi para da’i untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, yang diwariskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Hendaklah ia berdakwah di atas bashiroh (keterangan yang jelas), karena Alloh berfirman di dalam Kitab-Nya yang mulia :

“Katakanlah: Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS Yusuf : 108)

Alloh sendiri telah menetapkan di dalam kitab-Nya yang mulia tentang pentingnya bagi para du’at untuk mempelajari ilmu syar’i, sebagaimana dalam firman-Nya Ta’ala :

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS at-Taubah : 122)

Apabila Ilmu syar’i itu wajib bagi setiap muslim, hanyasaja kewajibannya lebih ditekankan dan diharuskan lagi bagi da’i, dikarenakan perkaranya tidak dikhususkan hanya melulu kepadanya, namun juga kembali kepada selainnya. Oleh karena itu, seorang haruslah berupaya memahami tingkatan yang memadai tentang hakikat Islam dan hukum-hukum syariat, sehingga manusia menjadi yakin dengan ilmunya dan menerima dakwahnya.

Sumber:

Harian Jazirah, http://www.al-jazirah.com/2486510/fe18d.htm, Adab Bagi Para Dai, Syaikh Muhammad bin Hasan.

Maktabah Abu Salma Al-Atsari, http://dear.to/abusalma

 

Leave A Reply