Hukum membaca qunut shubuh.

0
 
Jawaban
Sebenarnya qunut shubuh menjadi ajang perbedaan pendapat dikalangan ulama. Sebagian ulama dari kalangan syafi’iyah menganggap qunut shubuh merupakan sunnah. Akan tetapi setelah diteliti ternyata qunut shubuh yang dilakukan terus-menerus oleh mayoritas orang hari ini ternyata tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan sebagian ulama membid’ahkan pelaksanaan qunut shubuh yang terus menerus.

            Berikut nukilan penjelasan Ibnu Taimiyah mengenai hal ini:
“Dalam sebuah hadist shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah t bahwasanya rasulullah r melaksanakan qunut pada sholat shubuh setelah bacaan “samiallah liman hamidah” beliau r berdo’a dalam qunutnya,”
اللَّهُمَّ نَجِّ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ نَجِّ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ نَجِّ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ نَجِّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اُشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ}. ” (Abu Hurairah melanjutkan) kemudian setelah itu (setelah satu bulan) beliau meninggalkan qunut.”
            Dalam hadist yang diriwayatkanoleh sahabat Anas t juga dikatakan bahwa rasulullah r , “pernah qunut selama sebulan lalu meninggalkannya” dalam lafadz lain dikatakan, “bahwa belaiu tidak pernah melaksanakan qunut kecuali selama sebulan penuh.” (HR Bukhari-Muslim).
            Adapun lafadz qunut, “   اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْت dan seterusnya ini adalah lafadz yang diajarkan oleh rasulullah kepada Hasan dan Husain untuk sholat witir bukan untuk sholat shubuh.
            Jadi kalau kita perhatikan ternyata qunut yang dilaksanakan oleh rasulullah r adalah qunut “nazilah” (qunut yang dilakukan karena ada sebab) dan dilaksanakan tidak hanya pada sholat shubuh namun disetiap sholat. Adapun hadist yang menerangkan bahwa beliau pernah melaksanakan qunut shubuh sesungguhnya dalam hadist ini tidak ada lafadz yang  menunjukkan bahwa qunut tersebut hanya dilaksanakan saat sholat shubuh saja. Dan hadist dari Anas  t memperkuat bahwa pelaksanaan qunut hanya sebulan penuh yaitu ketika ada sebab, sehingga ketika sebab tersebut hilang maka qunutnya ditinggalkan oleh rasulullah r.
            Selain diatas, yang menunjukkan bahwa qunut subuh tidak ada dan bahwa qunut hanya dilaksanakan ketika ada sebab adalah:
Æ    Perbuatan para sahabat dimana Abu Bakar pernah melaksanakan qunut ketika kaum muslimin menaklukkan nabi palsu “musailamah al-Kadzab”, begitu pula Umar melakukan qunut ketika pasukan islam memerangi orang-orang kafir pada masanya, juga Ali ketika perang melawan penduduk syam dan mereka melaksanakan qunut itu hanya ketika ada sebab lalu kemudian meninggalkannya.
Æ    Jikalau memang qunut shubuh yang terus-menerus itu ada, tentunya para sahabat melakukannya, karena mereka terkenal sebagai generasi yang sangat antusias melaksanakan sunnah rasulullah r  atau minimal mereka meriwayatkannya  dan sangat tidak mungkin mereka menyembunyikan permasalahan ini karena itu merupakan perkara yang sangat agung dalam islam. Namun kenyataannya belum pernah diriwayatkan bahwa para sahabat melaksanakannya atau meriwayatkannya. (lih. Majmu’ Fatawa. Zaadul ma’ad & Fatwa lajnah Ad-daimah dll.)
Wallahu  a’lam

Leave A Reply