Hukum Bersujud Kepada Kuburan

0

Soal: Apa hukumnya bersujud kepada kuburan dan menyembelih (hewan) di atasnya?

Jawab: Bersujud di atas kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan penyembah berhala pada jaman jahiliah dan merupakan syirik besar. Karena keduanya merupakan ibadah yang tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah semata,  barangsiapa yang mengarahkannya kepada selain Allah maka dia adalah musyrik.

Allah ta’ala berfirman,

Katakanlah: “Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al-An’am: 162-163)

Allah ta’ala juga berfirman,

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (QS. Al-Kautsar: 1-2)

Masih banyak  ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa bersujud kepada kuburan dan menyembelih hewan adalah perbuatan ibadah yangn jika diarahkan kepada selain Allah merupakan syirik besar. Tidak diragukan bahwa perbuatan seseorang yang bersujud kepada kuburan dan menyembelih di atasnya adalah karena pengagungannya dan penghormatannya (terhadap kuburan tersebut).

Diriwayatkan oleh Muslim dalam hadits yang panjang, bab diharamkanya menyembelih hewan selain untuk Allah ta’ala dan laknat-Nya kepada pelaku tersebut,

“Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam menyampaikan kepadaku tentang empat hal, “Alllah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku  keonaran dan Allah melaknat orang yang merubah tanda-tanda bumi.”

Abu Daud meriwayatkan dalam sunannya dari jalur Tsabit bin Dhohhak radhiallahu anhu, dia berkata,

“Seseorang ada  yang bernazar untuk menyembelih onta di Buanah (sebuah nama tempat), maka bertanya rasulullah shollaullohu alaihi wassalam, “Apakah di sana ada berhala jahiliah yang disembah?” Mereka berkata, “Tidak.” Kemudian beliau bertanya lagi, “Apakah di sana ada perayaan mereka (orang jahiliah)?” Mereka berkata, “Tidak wahai rasulullah shollaullohu alaihi wassalam.” Maka rasulullah shollaullohu alaihi wassalam bersabda, “Tunaikanlah nazarmu, sesungguhnya tidak boleh ditunaikan nazar dalam rangka bermaksiat kepada Allah atau atas apa yang tidak dimiliki anak adam.”

Hadits di atas menunjukkan dilaknatnya orang yang menyembelih untuk selain Allah dan diharamkannya menyembelih di tempat yang diagungkan sesuatu selain Allah, seperti berhala, kuburan atau tempat yang biasa dijadikan berkumpulnya orang-orang jahiliah, walaupun hal tersebut dilakukan karena Allah ta’ala.

(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa)

Leave A Reply