Hal-hal Yang Meragukan

0

Dari al-Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Saya hafal sesuatu sabda dari Rasulullah s.a.w.: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragu-ragukan padamu untuk beralih kepada apa-apa yang tidak meragu-ragukan padamu.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
Artinya ialah: Tinggalkanlah apa-apa yang engkau merasa bimbang untuk dilaksanakan dan ambil sajalah apa-apa yang engkau tidak merasa bimbang samasekali dalam melaksanakannya.

Keterangan:
Hal-hal yang meragu-ragukan itu pada umumnya ada dua macam, yaitu:
1. Meragu-ragukan karena dipandang dari segi hukumnya seperti barang-barang yang hukumnya syubhat (tidak jelas perihal halal atau haramnya).
2. Meragu-ragukan karena dipandang dari akibatnya seperti sesuatu usaha atau tindakan.
Kalau yang pertama memang sebaiknya kita tinggalkan saja dan beralih kepada yang tidak meragu-ragukan. Tetapi kalau yang kedua wajiblah kita tinjau dahulu, yaitu sekiranya hati kita yakin akan kebenaran usaha atau tindakan kita itu, maka keragu-raguan wajiblah dilenyapkan dan usaha atau tindakan itu wajib dilaksanakan terus. Misalnya dalam cita-cita menegakkan Agama Islam di atas bumi ini, terutama di tanahair sendiri, lalu kita ragu-ragu kalau tidak berhasil, banyak yang menentangnya, badan dapat sengsara sebab disiksa, dipenjarakan dan Iain-Iain. Maka keragu-raguan semacam ini, bukanlah pada tempatnya. Orang yang meragu-ragukan semacam ini, sama halnya dengan orang yang ingin menyeberangi jalan, tetapi takut tertubruk mobil atau ingin makan durian, tetapi takut tercocok durinya. Jadi keragu-raguan tersebut wajib dilenyapkan dari sanubari setiap kaum mu’minin, sebab keragu-raguan itu tidak sewajarnya.

Dikutip dari: Riyadus Shalihin-Taman 0rang-orang Shalih; Imam Nawawi.

Leave A Reply