HAJI DAN UMROH

0

Pengertian
Haji    : Secara bahasa adalah menuju, sedangkan secara istilah yaitu menuju ka’bah untuk
melaksanakan amalan-amalan yang khusus.
Umroh    : Secara bahasa ialah ziarah, sedangkan secara istilah yaitu menuju ka’bah untuk
beribadah, yakni thowaf dan sa’i.
Dalil diwajibkannya haji adalah firman Allah;
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imron: 97)
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Baqarah: 196)
Haji merupakan salah satu dari rukun islam yang lima, sebagaimana sabda nabi saw;
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.          [رواه الترمذي ومسلم ]
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah e bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Syarat-syarat Haji dan Umroh
1.    Islam        : Tidak sah ibadah yang dilakukan oleh orang kafir.
2.    Talkif        : Yakni sudah akil balig dan berakal, maka tidak sah bagi anak kecil dan
orang gila.
3.    Merdeka    : Tidak wajib bagi hamba sahaya.
4.    Mampu    : Yakni kemampuan seseorang dalam segi fisik, harta dan keamanan saat
melaksanakan ibadah haji.

Syarat-syarat Khusus (Tambahan) Bagi Wanita
Ada dua syarat khusus/tambahan untuk wanita, yaitu:
1.    Ditemani suami atau mahrom seperti saudara laki-laki, ayah atau paman.
2.    Tidak dalam masah iddah baik itu talak maupun ditinggal mati suami Karena Allah melarang wanita untuk keluar rumah saat masa iddah, sebagaimana firman-Nya,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ لا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلا يَخْرُجْنَ إِلا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا
Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat lalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru. (QS. Ath-Tholaq: 1)

Amalan Dalam Haji dan Umroh
1.    Ada sepuluh amalan dalam haji, yaitu:
·    Ihram, yaitu niat untuk melaksanakan haji, umroh atau keduanya. Kemudian bertalbiah setelah melaksanakan sholat dua rekaat ihram.
·    Masuk mekkah kemudian masjidil haram, lalu melakukan thowaf al-qudum dimulai dari rukun al-aswad/hajar aswad.
·    Melaksanakan thowaf/keliling sebanyak tujuh kali, thowaf ini terbagi menjadi tiga yaitu thowaf qudum, ifadhoh dan wada’.
·    Sa’i/berlari kecil antara shofwa dan marwa sebanyak tujuh kali.
·    Melaksanakan wukuf/berdiam diri di arofah dan mina.
·    Bermalam di muzdalifah (tempat antara arofah dan mina).
·    Melempar jumroh, dilaksanakan pada hari ied di mina jumroh aqobah/jumroh kubro setelah terbit matahari, sebanyak tujuh kali.
·    Menggundul atau memotong rambut bagi laki-laki dan menggundul itu lebih utama, sedangkan bagi wanita hanya memotong saja.
·    Meneyembelih hewan (kurban), dilaksanakan setelah jumroh aqobah. Diperbolehkan memotong rambut sebelum menyembelih, menyembelih sebelum melempar jumroh dan boleh menyembelih Al-Hadi sebelum terbit matahari.
·    Thowaf wada’ bagi selain penduduk makkah, menurut malikiah ini adalah sunnah sedangkan menurut jumhur adalah wajib.

2.    Sedangkan dalam umroh ada empat amalan, yaitu:
·    Ihrom
·    Thowaf
·    Sa’i antara Shofwah dan Marwah.
·    Menggundul atau memotong rambut.

Referensi:
1.    Al-Qur’anul Karim
2.    Hadits Arbain An-Nawawi
3.    Al-Wajiz Fil Fiqhil Islam; Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

Leave A Reply