Generasi Pilihan

0
Oleh : Mulyana
Sudah merupakan sunatullah setiap generasi pasti akan mengalami pergantian, sebagaimana Allah firmankan dalam surat Yunus. Allah berfirman: ”Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.” (QS 10: 14).

Generasi pengganti akan menjadi generasi yang baik dan pilihan jika disiapkan dan dibina dengan baik pula. Sebaliknya, generasi pengganti akan menjadi generasi yang buruk jika disiapkan dan dibina dengan asal-asalan. Allah mencontohkan proses pergantian generasi yang baik dalam firman-Nya:
 ”Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub: ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.’ Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya’.” (QS 2: 132-133).
Berdasarkan kedua ayat di atas ada dua hal yang harus dipenuhi agar generasi pengganti merupakan generasi yang baik dan pilihan. Pertama, generasi pengganti akan menjadi baik jika generasi pendahulunya pun merupakan generasi yang baik pula.
Sebaliknya, jika generasi pendahulunya merupakan generasi yang buruk dan durhaka, maka generasi yang lahir tidak akan jauh beda dengan pendahulunya. Allah gambarkan karakter generasi yang buruk dalam firman-Nya: ”Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS 19: 59).
Kedua, generasi pengganti akan menjadi generasi pilihan jika dibina, dididik, dan ditunjukkan jalan terbaik yang harus diikutinya. Dalam konteks ini, orang tua merupakan faktor dominan yang sangat menentukan. Selain itu, lingkungan dan pemerintah pun bertanggung jawab dalam menciptakan sistem pendidikan dan pembinaan yang baik. Allah menggambarkan karakter generasi pilihan dalam firman-Nya:
”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
 Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS 5: 54). Dalam konteks kehidupan sebagai bangsa, sejatinya kita merenungkan peringatan Allah dalam firman-Nya: ”Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (QS 6: 6). Wallahu a’lam bishawab

Leave A Reply