Gaji Umar Bin Khathab

0

 

 
Sebelum Umar bin Khathab terpilih menjadi khafilah, ia biasa mencari penghasilan hidupnya dengan berdagang. Ketika ia dinobatkan menjadi Amirul Mukminin, ia diberi gaji dari kas negara yang bila dikalkulasi, jumlahnya cukup memenuhi kebutuhan hidup Umar dan keluarganya dengan standar kehidupan yang paling rendah. 
Selang beberapa waktu, sekelompok sahabat senior seperti Ali, Utsman dan Thalhah mendiskusikan lalu memutuskan untuk menaikkan gaji Umar. Tetapi tidak seorang pun yang mempunyai keberanian untuk mengajukan usulan itu kepada khalifah.
Akhirnya mereka pergi menemui Hafshah, putri khalifah dan janda rasulullah. Mereka meminta Hafshah memohon persetujuan Umar.
Hafshah pergi menemui Umar dan mengajukan proposal untuk menaikkan gajinya. Mendengarkan usulan tersebut, Umar naik pitam dan membentak, “Siapakah orang-orang yang telah mengajukan usulan jahat ini?”
Hafshah diam tidak menjawab. Khalifah Umar berkata lagi, “Seandainya aku mengetahui mereka niscaya aku akan memukulnya hingga babak belur. Engkau putriku, engkau bisa melihat di rumahku sendiri pakaian-pakaian terbaik yang biasa dipakai rasulullah, makanan terbaik yang biasa dimakan rasulullah dan ranjang terbaik yang biasa beliau gunakan untuk tidur. Apakah milikku lebih buruk dari semua ini?”
“Tidak, ayah, tidak.” Jawab Hafshah.
“Kalau begitu katakana pada orang yang telah mengirimmu.” Umar diam sejenak sebelum akhirnya melanjutkan, “Bahwa rasulullah telah menetapkan standar kehidupan seseorang dan aku tidak akan menyimpang dari standar yang beliau gariskan.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply