Faedah dari Tafsir Adhwaul Bayan (4)

0
Tafsir Surat Al Fatihah : 4
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan ( Surat Al Fatihah:  4).
لم يبينه هنا ، وبينه في قوله : {وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدّينِ * ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدّينِ * يَوْمَ لاَ تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئاً} .

والمراد بالدين في الآية الجزاء . ومنه قوله تعالى : {يَوْمَئِذٍ يُوَفّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ} ، أي جزاء أعمالهم بالعدل.
Tidak dijelaskan disini (tentang yaumiddin), tetapi dijelaskan di ayat lain.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ
(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al Infithar: 17-19)
Yang dimaksud dengan ” Ad Diin الدين dalam ayat ini adalah Pembalasan. Diantaranya ada dalam firman Allah ta’ala:
يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ
“Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).”
(An Nuur: 25)
Maksudnya adalah pembalasan perbuatan-perbuatan mereka dengan seadil-adilnya.
Adwaul Bayan fii Idhohil Qur’an bil Qur’an, li Syaikh Muhammad al Amin asy Syinqithi
Abu Salman Abdirrahman

Leave A Reply