DO’A KETIKA SUJUD

0

 

 

Pertanyaan ketiga:
Disujud manakah do’a yang kita kehendaki dapat dipanjatkan, apakah boleh dengan menggunakan bahasa sehari-hari?

Jawaban
            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam Majmu’ Fatawanya menjelaskan bahwa di dalam hadist shahih Rosulullah saw senantiasa berdo’a setelah membaca tasyahud sebelum salam dan tatkala beliau sujud.[1]Rosulullah bersabda,
  “أَمَّا السُّجُوْدُ فَاجْتَهِدُوْا فِيْهِ مِنَ الدُّعَاءِ”  وفي الحديث الآخر  “فَأَكْثِرُوْا مِنَ الدُّعَاءِ”
            “Ketika sujud hendaklah kalian bersungguh-sungguh untuk memanjatkan do’a.” (H.R. Muslim) dalah hadist lain: “Maka perbanyaklah do’a.
            Dalam hadist ini dijelaskan bahwa Rosulullah saw tidak mengkhususkan do’a pada rakaat pertama atau kedua, namun lafadz yang digunakan adalah umum. Dengan demikian dianjurkan untuk memanjatkan do’a dan memperbanyaknya pada setiap kali sujud.
            Sedangkan berdo’a ketika sujud dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang lainnya. Maka mengenai hal telah disebutkan oleh Imam Nawawi di dalam Kitab Majmu’nya ketika menjelaskan hukum takbiratul ikram dengan mengunakan bahasa farisyah beliau berkata, “Jika bertakbir dengan menggunakan bahasa farisyah, sedangkan dia mampu berbahasa arab, maka sholatnya tidak syah. Karena Rosulullah bersabda,  صَلُوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّي“Sholatlah kalian sebagaimana kalian meihatku sholat.” Jika tidak mampu bertakbir dengan menggunakan bahasa arab, dan tidak ada waktu  untuk belajar, maka boleh bertakbir dengan bahasa lisannya. Jika tidak bisa melafadzkannya, maka takbir dengan terjemahannya. Jika waktu untuk belajar itu tersedia, maka lazim baginya untuk belajar, jika tidak mau belajar, kemudian bertakbir dengan menggunakan bahasa lisannya (selain bahasa arab), maka sholatnya batal. Menurut beliau hal ini berlaku juga ketika berdo’a dengan menggunakan bahasa selain bahasa arab.[2]
            Sedangkan menurut Abu Hanifah beliau berkata, “Tidak diperbolehkan berdo’a didalam sholat kecuali dengan menggunakan do’a-do’a yang ma’sur yang sesuai dengan al-qur’an. Adapun menurut mazhab Imam syafi’i, diperbolehkan berdo’a dalam sholat dengan do’a-do’a yang dipanjatkan di luar sholat baik mengenai urusan dunia maupun urusan dien.[3]Sedangkan menurut Lajnah daimah dijelaskan bahwa, berdo’a dalam sholat merupakan perkara yang luas macamnya, namun afdholnya berdo’a dengan do’a yang sesuai dengan Akhbar yang shahih dari Rosulullah saw.[4]


[1]               . Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 2/206
[2]               . Majmu’ syarh muhazab: 2/244
[3]               . Majmu’ syarh muhazab:2/436
[4]               .Al-Lajnah Daimah: 7/59

 

Leave A Reply