Do’a Bersafar

0

Apabila kendaraan untuk bersafar telah bergerak dan mulai berjalan, maka hendaklah ia berdo’a dengan do’a yang telah diriwayatkan oleh nabi shollaullohu alaihi wassalam, yaitu:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam berpergian ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku di dalam berpergian dan mengurusi keluargaku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kelelahan dalam berpergian, pemandangan yang menyedihkan, serta keadaan yang buruk dalam harta dan keluarga saat kembali.”

Makna wa’tsaais safar: kesulitan dan beratnya safar. Kaabatil manzhar: perubahan kondisi jiwa berupa kesedihan dan sejenisnya. Su-ul munqolab: keburukan saat kembali.

Demikian juga, hendaklah mengucapkan ta’awudz yang biasa diucapkan nabi shollaullohu alaihi wassalam. Bahwasannya nabi shollaullohu alaihi wassalam: “Jika melakukan safar, beliau berlindung dari beratnya safar, dari buruknya saat kembali, dari kesesatan setelah mendapatkan hidayah, dari do’a orang yang terzalimi, serta dari buruknya kondisi pada keluarga dan harta.”

Wal baur ba’dal kaun. Dikatakan ba’dal kaun maksudnya kembali dari sesuatu ke sesuatu, yaitu dari keistiqamahan kepada kebengkokan atau dari tambahan kepada kekurangan.[1]

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 2; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] Silakan merujuk Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi (IX/158-159)

Leave A Reply