Cara Mentalqin

0

Pertanyaan: Sebagian ulama menyebutkan bahwa mentalqin orang sekarat dengan ucapan “Laa ilaaha illallaah” termasuk sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Pertanyaan kami: Bagaimana caranya melakukan hal itu?

 

Jawab: Yaitu diucapkan kepadanya, “Katakan: ‘Laa ilaaha illallah’.” Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda,

“Talqin (ajarilah) orang-orang yang sekarat dari kalian dengan ucapan ‘Laa ilaaha illallaah’.”[1]

Tetapi, jika orang yang sekarat itu mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’, kemudian ia berbicara dengan hal-hal lain yang bukan kalimat syahadat, maka wajib bagi orang-orang yang hadir pada saat itu untuk mentalqinnya kembali. Dan hendaknya orang yang mentalqin ini tidak menyusahkan orang yang sekarat tersebut. Dalam artian, ia mengajarinya mengucap kalimat syahadat dengan lemah lembut dan pelan-pelan, agar orang yang hendak meninggal tersebut tidak merasa bosan. Jika bosan, maka ia bisa merasa jengkel sehingga sulit mengatakannya, atau bisa mengucapkannya tapi dengan rasa benci karena beratnya ucapan yang diajarkan kepadanya.

Dinukil dari

al-Muqorrib li Ahkaamil Jana`iz : 148 Fatawa fil Jana`iz, penyusun : ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad al-‘Arifi, dimuroja’ah oleh : ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin, Penerbit : Dar ath-Thayibah, Riyadh, 1418 H/1997 M.

http://dear.to/abusalma; Maktabah Abu Salma al-Atsari

[1] HR. Muslim no. 1523, At-Tirmidzi no. 898, dan yang lainnya.

Leave A Reply