Berwasiat Yang Merugikan

0

Di antara kaidah syariat Islam adalah: “Tidak boleh mendatangkan bahaya dan tidak boleh membalasnya dengan bahaya lain.”

Contohnya yaitu merugikan ahli waris yang sah, baik semuanya atau sebagiannya. Orang yang melakukan perbuatan tersebut diancam dengan sabda rasulullah shollaullohu alaihi wassalam:

Barangsiapa membahayakan (orang lain), maka Allah akan membahayakan dirinya, barangsiapa  yang menyulitkan (orang lain), maka Allah akan menyulitkan dirinya.[1]

Contoh wasiat yang membahayakan adalah seperti tidak memberikan hak salah seorang ahli waris sesuai ketentuan syariat, atau berwasiat kepada salah seorang ahli waris dengan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan syariat, atau berwasiat lebih dari sepertiga harta.

Di beberapa negara yang masyarakatnya tidak memberlakukan syariat Allah ta’ala, seorang ahli waris yang sah kesulitan untuk mendapatkan bagiannya sesuai ketentuan yang disyariatkan Islam. Sebab yang berkuasa di sana adalah undang-undang buatan tangan manusia. Maka jika wasiat yang dzalim itu telah dicatat oleh seorang pengacara sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, mereka tinggal memerintahkan dipenuhinya wasiat yang dzalim tersebut. Sungguh celakalah apa yang ditulis oleh tangan mereka dan celakalah apa yang mereka usahakan.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

[1] Hadits riwayat Ahmad; 3/453, dalam Shahihul Jami’; 6348.

Leave A Reply