Bersumpah Dengan Nama Selain Allah Ta’ala

0

Allah ta’ala bersumpah dengan nama apa saja yang Ia kehendaki dari segenap makhluk-Nya. Sedangkan makhluk, mereka tidak diperbolehkan bersumpah dengan nama selain Allah ta’ala. Namun bila kita saksian realita kehidupan sehari-hari, betapa banyak orang yang bersumpah dengan nama selain Allah ta’ala.
Sumpah merupakan salah satu bentuk pengagungan. Karenanya ia tidak layak diberikan kecuali kepada Allah ta’ala. Dalam sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Umar ra diriwayatkan:

Ketahuilah, sesungguhnya Allah ta’ala melarang kalian bersumpah dengan nama nenek moyangmu. Barangsiapa bersumpah hendaknya ia bersumpah dengan nama Allah ta’ala atau lebih baik diam.

Dalam hadits Ibnu Umar ra yang lain:
Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah ta’ala, maka ia telah berbuat syirik.

Dalam hadits lain nabi saw bersabda:
Barangsiapa bersumpah demi amanat, maka ia tidak termasuk golongan kami.
Karena itu tidak diperbolehan bersumpah demi Ka’bah, demi amanat, demi kemuliaan dan demi pertolongan. Juga tidak boleh bersumpah dengan berkah atau hidup seseorang. Tidak pula dengan kemuliaan nabi, para wali, nenek moyang atau anak tertua. Semua hall tersebut adalah haram.
Barangsiapa terjerumus melakukan sumpah tersebut, maka kafaratnya (tebusannya) adalah membaca laa ilaaha illallah, sebagaimana tersebut dalam hadits shahih:

Barangsiapa bersumpah, kemudian dalam sumpahnya ia berkata: demi latta dan uzza’, maka hendaknya ia mengucapkan: laa ilaaha illallaah.

Termasuk dalam bab ini adalah beberapa lafadz kesyirikan dan lafadz yang diharamkan yang biasa diucapkan oleh sebagian kaum muslimin. Di antaranya adalah: aku berlindung kepada Allah ta’ala dan kepadamu, saya bertawakal kepada Allah ta’ala dan kepadamu. Ini adalah dari Allah ta’ala dan darimu, taka da yang lain bagiku selain Allah ta’ala dan dirimu, di langit cukup bagiku Allah ta’ala dan di bumi cukup bagiku dirimu, kalau bukan karena Allah ta’ala dan fulan; saya berlepas diri dari Islam, wahai waktu yang sial; alam berkehendak lain.

Termasuk dalam bab ini pula adalah semua nama-nama yang dihambakan kepada selain Allah ta’ala, seperti Abdul Masih, Abdun Nabi, Abdur Rasul dan Abdul Husain. Di antara istilah dan semboyan modern yang bertentangan dengan tauhid adalah; islam sosialis, demokrasi islam, kehendak rakyat adalah kehendak Tuhan, agama untuk Allah ta’ala dan tanah air untuk semua, atas nama arabisme, atau nama revolusi dan sebagainya.

Termasuk hal yang diharamkan adalah memberikan gelar raja diraja, hakim para hakim atau gelar sejenisnya kepada seseorang. Memanggil dengan nama sayyid (tuan) atau yang semakna kepada orang munafik atau kafir, dengan Bahasa araba tau Bahasa lainnya.

Menggunakan kata ‘andaikata’ yang menunjukkan penyesalan dan kebencian sehingga membuka pintu bagi syaitan. Termasuk juga yang dilarang adalah ucapan; ‘ya Allah ampunilah aku jika Engkaku menghendaki.’

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah; www.islamhouse.com

Leave A Reply