Berlindung Kepada Allah Ta’ala

0

Apabila telah tertanam dalam jiwa seorang hamba bahwasannya Allah ta’ala adalah pemilik segalanya, di tangan-Nya lah kekuasaan langit dan bumi, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, maka saat itulah ia akan berlindung kepada Allah ta’ala, kepada Pemilik alam semesta, Pemilik kemuliaan dan kekuasaan.

Ia akan mendatangi pintu-Nya, mengakui semua nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya, serta mengakui kelemahan dan kekurangan dirinya dengan penuh pengharapan dan rasa takut kepada-Nya.

Ia mengetahui bahwasannya tidak ada tempat lari dari-Nya kecuali kepada-Nya. Tidak ada yang bisa terlepas dari perhitungan Allah kecuali orang-orang yang dirahmati-Nya. Ia mengharapkan pertolongan dan kekuatan dari-Nya, khususnya pada saat tertimpa musibah dan bencana.

Selain itu, ia meninggalkan segala sesuatu selain Allah, baik manusia, batu, Malaikat, maupun wali yang shalih, menyandarkan seluruh hajatnya kepada Allah semata. Sebab, ia mengetahui bahwasannya tidak ada yang memiliki sesuatu pun di alam semesta ini kecuali Allah ta’ala. Sikap kembali dan bergantung kepada Allah ini merupakan inti dan hakikat ‘ubudiyah (peribadatan).

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Leave A Reply