Berlaku Setia Secara Murni

0

Muslim yang benar tidak cukup hanya menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela, tetapi juga harus menghiasi diri dengan perilaku positif dan konstruktif, setia secara murni dan jujur bagi setiap muslim dalam masyarakatnya karena imannya. Sebab, din/agama pada intinya adalah kesetiaan, sebagaimana dinyatakan oleh rasulullah saw;

“Din itu adalah kesetiaan yang murni. Para sahabat yang mulia bertanya: “untuk siapa ya rasuluah?” maka beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umatnya.” [HR. Bukhori-Muslim]

Para sahabat yang mulia telah berbaiat [berjanji] kepada rasululah saw untuk menunaikan shalat, zakat dan nasihat bagi setiap muslim. Telah berkata Jabir bin Abdullah ra;

“Saya telah berbaiat kepada rasulullah saw untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan berlaku setia kepada setiap muslim.” [HR. Mutafaq Alaihi]

Kaitan erat antara kesetiaan dengan shalat dan zakat, sebagaimana terkandung dalam baiat yang dilakukan para sahabat, menunjukkan pentingnya kesetiaan di dalam timbangan amal-amal Islam bagi seorang muslim, menentukan kemuliaannya di sisi Allah. Nasihat hendaknya menjadi mora dasar dari akhlak muslim yang luhur.

Tingginya kedudukan kesetiaan bagi kaum muslimin di kemudian hari makin nyata ketika ia harus mentaati perintah pimpinan dan terlibat dalam urusan-urusan kaum muslimin. Terlihat bahwa kesetiaan merupakan kunci keberhasilan bagi jiwa yang tak berkesudahan. Jika dicampakkan, haramlah baginya kebahagiaan di akhirat. Telah bersabda nabi saw;

“Tidak ada seorang hamba yang Allah mempercayakan kepadanya memimpin rakyatnya, kemudian dia mati, sedangkan di hari kematiannya itu ia masih [dalam] keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan baginya surga.” [HR. Muslim]

Muslim meriwayatkan dalam hadits lain, bahwa rasulullah saw bersabda;

“Tak seorang pun amir [pemimpin] yang memimpin urusan kaum muslimin, tetapi dia tidak berjuang secara sungguh-sungguh dan tidak memberikan pengarahan untuk kemakmuran mereka, melainkan Allah tidak akan memperkenankannya masuk surga bersama-sama dengan mereka.”

Tak ada yang lebih besar dan agung tanggung jawabnya daripada seorang hakim di dalam Islam, dan tanggung jawab setiap insan dalam memimpin urusan kaum muslimin. Tidak ada yang lebih besar tanggung jawabnya daripada sikap setia secara murni untuk rakyat bagi seorang pemimpin di hari manusia bangkit menghadap pengadilan ilahi rabb sekalian alam. Sungguh besar tanggung jawab seorang manusia; bukankah setiap manusia adalah pemimpin? Sabda nabi saw;

“Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

Betapa utuh dan menyeluruhnya tanggung jawab di dalam masyarakat muslim, hampir-hampir tiada satu urusanpun di dalam masyarakat lepas dari cakupannya. Karena inilah masyarakat Islam benar-benar tegak di atas prinsip-prinsip dan nilai-nilai rabbaniyah yang universal, jauh lebih unik dan indah daripada masyarakat manapun, lebih aman, sentosa, bersih dan penuh keadilan.

  1. Muhammad Ali Hasyimi; Apakah Anda Berkepribadian Muslim?; Gema Insani Press

 

Leave A Reply