Berkhalwat (Berduaan)  Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

0

Syaitan giat dalam menebarkan fitnah dan menjerumuskan manusia kepada yang haram. Karena itu Allah ta’ala mengingatkan kita dengan firman-Nya:

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. (QS. An-Nuur: 21).

Syaitan masuk kepada anak Adam bagaikan aliran darah. Diantara cara-cara syaitan dalam menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan keji adalah khalwat (berdua-duaan) dengan wanita yang bukan mahram. Karenanya, syariata islam menutup pintu  tersebut, sebagaimana yang disabdakan rasulullah saw:

Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah syaitan.[1]

Dari Ibnu Umar ra bahwasannya nabi saw bersabda:

Sungguh tidaklah masuk seorang laki-laki dari kamu setelah hari ini kepada wanita yang tidak ada bersamanya (suami atau mahramnya), kecuali bersamanya seorang atau dua orang laki-laki.[2]

Berdasarkan petunjuk hadits di atas, maka tidak dibolehkan seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita bukan mahram, baik di rumah, di  kamar, di kantor atau mobil, baik dengan istri saudaranya, dengan pembantunya atau pasien wanita dengan dokter atau yang semacamnya.

Banyak orang yang meremehkan persoalan ini, entah karena terlalu percaya kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain. Padahal khalwat sangat potensial untuk mengundang perbuatan mungkar dan maksiat. Paling tidak, membangun mukadimah untuk mengarah ke sana. Karenanya tidak mengherankan, jika semakin banyak ketidakjelasan nasib dan keturunan. Di samping jumlah  anak-anak haram juga semakin meningkat tajam.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh  Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah; www.islamhouse.com

[1] Hadits riwayat Tirmidzi, 3/474.

[2] Hadits riwayat Muslim, 4/1711.

Leave A Reply