Bergantung Kepada Allah dan Bertawakkal Kepada-Nya

0

Jika hati selalu bergantung kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, tidak larut dalam bayang-bayang ketakutan serta pikiran-pikiran buruk diiringi kepercayaan kepada Allah ta’ala seraya mengharap karunia-Nya, maka semua itu akan mengusir perasaan gundah dan sedih, menghilangkan berbagai penyakit  jiwa maupun fisik. Hati akan kembali mendapatkan kekuatan, ketentraman dan kebahagiaan yang tak terlukiskan.

Betapa banyak rumah sakit yang dipenuhi oleh orang-orang yang sakit karena dihantui bayangan-bayangan buruk, betapa banyak masalah ini mempengaruhi mereka-mereka yang kuat hatinya apalagi jika dia orang lemah. Betapa hal ini sering mendatangkan tindakan bodoh dan gila.

Orang yang sehat adalah orang yang Allah sehatkan dan Allah berikan taufiq untuk berjuang melawan hawa nafsunya untuk mendapatkan sumber-sumber kekuatan bagi hatinya yang dapat menyingkirkan kekhawatiran yang menimpanya. Allah ta’ala berfirman,

‘Siapa yang bertawakal kepada Allah maka niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Thalaq: 3).

Artinya yakni Allah mencukupkan segala keperluan agama dan dunianya.

Orang yang bertawakkal kepada Allah, hatinya kuat dan tidak terpengaruh oleh bayang-bayang (ilusi) dan tidak goncang oleh berbagai kenyataan, karena dia tahu bahwa sikap  tersebut menunjukkan kelemahan jiwa, ketakutan dan kegelisahan yang tidak beralasan.

Di samping itu dia pun mengetahui bahwa Allah ta’ala akan menanggung beban orang yang bertawakkal kepadanya dengan kecukupan yang sempurna. Maka dia percaya kepada Allah dan tenang dengan janji-Nya sehingga hilanglah kegelisahan dan kekhawatirannya, kesulitan berganti kemudahan, kesedihan berganti kegembiraan dan ketakutan berganti keamanan.

Kita mohon kepada Allah ta’ala kesehatan dan keselamatan serta memberikan kita karunia berupa kekuatan hati dan keteguhannya dengan tawakkal yang sempurna yang dengan itu akan Allah tanggung segala kebaikannya dan menyingkirkan segala kesulitan dan keburukan yang menimpanya.

Dikutip  dari: Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di; Meraih Hidup Bahagia; islamhouse.com

 

Leave A Reply