Berakhlak Baik

0

Dari Abdullah bin Amru radhiallahu anhu berkata: Nabi shollaullohu alaihi wassalam tidak pernah berbuat keji sendiri tidak pula berbuat keji kepada orang lain. Beliau bersabda: “Sesungguhnya termasuk sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR Bukhari)([1])

 

Perowi Hadits:

Dia adalah Abdullah bin Amru bin Ash Bin Wa-il Al Qurosy radhiallahu anhu bertemu Nabi shollaullohu alaihi wassalam pada garis kakeknya Ka-ab bin Luay, salah seorang golongan yang pertama masuk Islam (as sabiqunal awalun). Banyak meriwayatkan hadits.

 

Makna Secara Umum:

Dalam hadits tersebut terdapat dalil akan baiknya akhlaq Nabi shollaullohu alaihi wassalam. Beliau adalah bukan seorang yang berbicara maupun berbuat kotor. “Fakhsy” adalah setiap sesuatu yang keluar dari kadarnya hingga dianggap buruk termasuk dalam perkataan, perbuatan dan sifat. Sedang “Fakhisy” orang yang berkata keji dan “Mutafakhisy” orang yang menggunakan kekejian supaya orang ketawa.

Nabi shollaullohu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang berkata dan berbuat keji”

 

Tuntunan-Tuntunan:

  1. Keagungan syariat Islam dimana menyeru kaum muslimin untuk memiliki sifat-sifat yang utama misalnya; menghilangkan gangguan, menyambut orang dengan senyuman serta mencurahkan kebaikan.
  2. Wajib berpegang teguh dengan akhlak utama dan meninggalkan akhlak yang buruk.
  3. Berakhlaq baik mendekatkan kepada kedudukan Nabi shollaullohu alaihi wassalam pada hari kiamat
  4. Menghormati kaum muslimin dan mempergauli mereka dengan akhlak baik
  5. Barangsiapa memiliki akhlaq baik memperoleh kecintaan Allah Ta’ala
  6. Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.

Dikutip dari: Hadits Level Pertama; Islamic Propagation Office In Rabwah.

([1] ) Shohih Bukhori hadits no : 3419 .

Leave A Reply