Banyak Berdzikir Kepada Allah Ta’ala

SAMSUNG CAMERA PICTURES
0

Barangsiapa yang beriman kepada Allah, mencintai-Nya, takut kepada-Nya dan selalu bergantung kepada-Nya, pasti dia akan banyak mengingat-Nya di dalam hati dengan penuh rasa cinta, pengharapan, kesadaran dan ketergantungan kepada-Nya.

Akibatnya, ia akan selalu berdzikir dengan lisannya, dengan mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, doa dan istighfar. Di samping itu, berdzikir dengan anggota badannya, yakni dengan mengerjakan amal-amal ketaatan. Itu semua merupakan konsekuensi iman, mahabbah (kecintaan), serta rasa bergantung dan takut kepada Allah. Sesungguhnya barangsiapa mencintai sesuatu, niscaya ia akan banyak mengingatnya.

Allah ta’ala berfirman:

Wahai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. Al-Ahzaab: 41-42).

Dzikir kepada Allah ta’ala akan membawa pengaruh yang sangat baik di dunia maupun di akhirat, di antaranya:

  1. Hati akan menjadi tenteram dan teguh dengan dzikrullah ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28).

  1. Istiqamah dalam ketaatan. Sebab, barangsiapa yang lisannya selalu sibuk dengan dzikrullah, niscaya ia tidak akan mungkin berbicara maksiat. Barangsiapa yang anggota badannya sibuk dengan amal ketaatan, niscaya ia tidak akan disibukkan dengan maksiat. Maka seorang yang senantiasa berdzikir akan selalu istiqamah di atas manhaj Allah ta’ala dengan hati, lisan dan anggota badannya.
  2. Benteng dari syaitan. Syaitan akan bersembunyi dan lari jika seorang berdzikir kepada Allah ta’ala. Maka dari itu, barangsiapa banyak berdzikir kepada Allah, berarti ia telah membentengi dirinya dari syaitan. Keadaan seperti seorang yang berlindung di balik benteng yang kokoh dari serangan musuh.
  3. Banyak melakukan amal kebaikan. Sebab, dzikir merupakan amal shalih terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih berbagai kebaikan. Banyak sekali atsar (riwayat) yang menjelaskan tentang berbagai pahala bagi macam-macam dzikir, namun bukan di sini tempat untuk membahasnya secara rinci.
  4. Dzikrullah dan kebersamaan Allah dengan hamba, sesungguhnya barangsiapa mengingat Allah niscaya Allah akan mengingatnya. Sebagaimana tersebut dalam hadits qudsi:

Aku sebagaimana persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di majelis, niscaya Aku mengingatnya di majelis yang lebih baik daripada majelis itu.[1]

Jika Allah ta’ala mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan sebab terbesar untuk meraih kebahagiaan, kemenangan, serta petunjuk dan bimbingan bagi hamba tersebut. Sebenarnya dzikir mempunyai banyak sekali faidah yang besar, namun bukan di sini tempat untuk membahasnya. Apa yang aku isyaratkan kiranya telah mencukupi.

Dikutip dari: Ensiklopedi Adab Islam 1; Abdul Aziz bin Fathi As-Sayyid; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

[1] HR. Al-Bukhari (7404) dan Muslim (2675) dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.

Leave A Reply