BANTAHAN SECARA GLOBAL TEORI PENYATUAN AGAMA (BAGIAN 3)

0

Oleh

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan [3/3]

[9]. Bertujuan memunculkan pemikiran dan sikap anti agama Islam berselubung dibalik slogan persatuan agama-agama. Memisahkan umat Islam dari agama, menjauhkan syariat yang tertuang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dari kehidupan mereka. Dengan begitu mereka lebih leluasa menggiring kaum muslimin kepada pemikiran-pemikiran jahiliyah dan moral yang bejat. Memisahkan mereka dari pilar-pilar penyangga sehingga mereka tidak pantas dikandidatkan sebagai pemimpin ataupun penguasa. Sehingga kaum muslimin hanya bisa menerima dan membeo apa yang disuarakan oleh musuh-musuh mereka, musuh-musuh agama mereka ! Pada akhirnya sampailah kepada target utama : Menaklukkan dunia tanpa perlawanan !

[10]. Bertujuan memadamkan inti ajaran Islam, keunggulan dan kejayaan serta keistimewaannya. Dengan menempatkan Dienul Islam yang terjaga dari segala bentuk penyelewengan dan perubahan setara dengan agama-agama lain yang telah diselewengkan dan dihapus. Bahkan mensejajarkannya dengan keyakinan-keyakinan paganisme lainnya.

[11]. Berusaha memepermulus jalannya program-program kristenisasi dengan merubuhkan benteng aqidah kaum muslimin serta memadamkan api perlawanan kaum muslimin terhadap mereka setelah melemah kaum muslimin dan menurunnya tingkat kedewasaan berpikir mereka.

[12]. Kemudian target utamanya adalah : Melebarkan sayap kekuasaan orang-orang kafir, Yahudi, Nasrani dan orang-orang komunis di seluruh dunia, khususnya terhadap dunia Islam dan lebih khusus lagi terhadap dunia Arab dan terutama sekali terhadap pusat dunia Islam dan ibu kotanya, yaitu Jazirah Arab [2]. Dengan sebuah konspirasi yang dirancang oleh umat-umat kafir secara matang demi menggempur Islam dan kaum muslimin dengan segala macam acara. Mulai dari bidang pemikiran, kebudayaan, ekonomi, politik, dengan menggulirkan pasar bebas yang tidak berhukum dengan hukum Islam, tidak ada kepatuhan dan ketaatan kepada akhlak mulia dan nilai-nilai keutamaan, tidak tertarik mencari usaha yang halal, sehingga praktek riba menjamur di mana-mana, kejahatan merajalela di setiap tempat, hati nurani dan akal sehatpun lumpuh, kekuatan jahat semakin menguat dalam menghadapi setiap perkara yang sejalan dengan fitnah insani dan syariat yang lurus. Buktinya adalah diselenggarakannya mukatamar kependudukan dan perkembangan penduduk di Kairo pada tanggal 29/3/1415, muktamar perempuan Internasional di Peking (Beijing) pada tahun 1416, ide tersebut tidak lain merupakan usaha untuk memuluskan target di atas.

Itulah beberapa target dan tujuan propaganda keji itu ! Dan merupakan musibah yang lebih besar lagi, adanya segelintir oknum dari kalangan kaum muslimin dan orang-orang yang mengaku muslim menyambut positif propaganda tersebut!! Bahkan mendukung terselenggaranya muktamar-mukatamar yang mereka adakan. Sehingga gaungnya menjadi lebih luas, berlomba-lomba menyambut seruan keji dan konspirasi jahat orang-orang kafir tersebut. Sehingga muncullah ide gila dari seorang yang mengaku muslim, yaitu menerbitkan sebuah kitab yang terangkum di dalamnya tiga kitab suci dalam satu jilid, Al-Qur’an, Taurat dan Injil.

Sungguh, kita tentunya sering membaca firman Allah subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki” [Al-Araaf : 155]

Sebagaimana dimaklumi pintu ijtihad dan takwil terbuka luas yang bukan mustahil dapat menyebabkan pelakunya meyakini perkara yang halal menjadi haram dan perkara yang haram menjadi halal ![3] Hal itu jika ijtihad dan takwil tersebut masih tergolong boleh ! Bagaimana pula bila keduanya tidak bibolehkan !? Maka ijtihad tersebut termasuk ijtihad keji yang bertentangan dengan dasar-dasar aqidah dalam Islam yang sudah dimaklumi secara luas. Walau bagaimanapun juga, tidaklah dibolehkan meninggalkan As-Sunnah dan petunjuk nabi ! Dan wajib hukumnya menolak ijtihad dan takwil yang keliru, apalagi jika tergolong sesat ! Sebaliknya, wajib hukumnya memelihara Dienul Islam dan menepis bentuk-bentuk kejahatan terhadapnya. Hal itu merupakan hak Islam yang wajib dipenuhi dan merupakan konsekuensi ilmu dan iman !

Propaganda ini, mulai dari asal usulnya, slogannya, hakikatnya merupakan musibah terbesar atas kaum muslimin pada hari ini. Merupakan kekufuran yang sangat parah, mencampur adukan Islam dengan kekufuran, hak dengan batil, petunjuk dengan kesesatan, ma’ruf dengan mungkar, sunnah dengan bid’ah serta ketaatan dengan maksiat !

Terangkum dalam propaganda keji dan maker jahat ini penyelewengan, kebatilan dan takwil sesat. Umat yang penuh rahmat ini, umat Islam, tidak akan bersepakat di atas kesesatan ! Dan akan senantiasa ada segolongan umat dari kalangan ahli ilmu dan Al-Qur’an, orang-orang yang berada di atas petunjuk yang selalu membela kebenaran hingga Hari Kiamat kelak. Yang menepis penyimpangan orang-orang melampui batas, pemalsuan ahli batil dan takwil orang-orang jahil. Maka sudah menjadi kewajiban bagi segenap kaum muslimin untuk mengajarkan dan menjelaskan kebenaran, memberi nasihat dan bimbingan serta menumpas segala bentuk kejahatan terhadap Islam. Barangsiapa memberi peringatan maka ia telah memberi kabar gembira!

Itulah bantahan secara global terhadap propaganda yang sangat berbahaya itu. Demikianlah garis-garis kerja jangka panjang dan jangka pendek propaganda ini dalam usaha mengahancurkan dan merusak demi menguasai dunia tanpa perlawanan.

Kesimpulannya, propaganda kepada penyatuan agama Islam dengan agama-agama lainnya yang telah menyimpang dan dihapus dengan syari’at Islam merupakan : kemurtadan yang nyata dan kekufuran yang jelas. Karena secara berani dan terang-terangan propaganda itu telah mencabut sendi-sendi Dienul Islam, baik dalam aspek aqidah, amaliyah dan lainnya. Hukum ini merupakan kesepakatan yang tidak boleh diselisihi oleh kaum muslimin. Propadanda ini merupakan kancah peperangan baru melawan kaum salibis dan melawan manusia yang keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu Yahudi. Ini adalah perkara yang sangat serius, bukan main-main!

Berikutnya saya akan membawakan dalil-dalil secara terperinci bagi hukum global di atas. Sebab orang-orang tentu ingin agar hukum ini didukung dengan dalil dan keterangan yang nyata, yang menjelaskan hujjah bagi orang-orang yang mencari. Simaklah penjelasan berikut secara terperinci hingga permasalahannya menjadi gamblang bagi setiap muslim yang tentunya selalu membaca kalam ilahi agar ia terlepas dari kebingungan dibawah gemerlap slogan-slogan dusta ! Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut.

“Artinya : Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya ; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterang-keteranganNya” [Al-Jatsiyah : 6]

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesia Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]

_________

Foote Note

[1] Buku Alm-Munjid dan Munjid Fil A’lam termasuk buku karangan kaum Nasrani. Saya sengaja menyebutkannya sebagai argumentasi terhdap mereka. Karena bagi kita cukuplah buku-buku yang dikarang oleh ulama Islam dahulu dan sekarang, walhamdulillah. Untuk lebih jelasnya silakan baca kitab “Atsarat Al-Munjid (kesalahan-kesalahan dalam yang terdapat dalam Al-Munjid) karangan Syaikh Ibrahim Al-Qaththan rahimahullah.

[2] Saya telah menulis sebuah kitab khusus berjudul “Khashaa’is Jazirah Arab, Pertahanan Dan Jaminan Keamanannya.

[3] Silakan lihat Majmu Fatawa 21/62-65

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo re&article_id=1031&bagian=0

Leave A Reply