BAHAYA SEKULERISME

0
BAHAYA SEKULERISME
Oleh : Heri Rusydi
(Mahasiswa Ma’had Aly An Nuur semester III)
Oxford Leaner’s Pocket Dictionary mengartikan secular adalah not religious or spiritual (tanpa agama). Jadi sekulerisme adalah paham kehidupan yang menafikkan din. Sedangkan Kamu besar Bahasa Indonesia mengartikan sekuler adalah bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian). Dalam bahasa Arab umumnya dipakai istilah العلمانية yang arti secara harfiyahnya adalah memiliki sifat keilmuan. Ini adalah istilah  tidak tepat yang memang digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menghias kebathilan. Istilah yang lebih tepat adalah اللادنية,  paham tanpa din.

                  
Sekulerisme dalam lintasan sejarahnya, memang membuang jauh-jauh semua hal yang berbau agama dalam kehidupan di luar gereja. Karena pada waktu itu ajaran gereja telah banyak bertentangan dengan temuan ilmiah oleh para ilmuan  Barat di Eropa. Sehingga pihak kekuasaan gereja menjatuhi hukuman mati bagi mereka yang menyelisihi ajaran dalam Inijl. Paus dan ulamanya terkesan sangat sadis di mata kaum terpelajar, sehingga terjadi revolusi untuk menyingkirkan din dalam kehidupan bernegara dan pengembangan ilmu pengetahuan. Paham agama hanya menghambat kemajuan dan menjadi candu di masyarakat. Muncullah para ilmuan sosial yang mengusung sekulerisme dengan sajian yang ilmiah dengan menyertakan hasil penelitian  dan fakta sejarah yang berbicara apa adanya. Seperti Comte, Karl Marx dan yang lainnya.
Tidak ayal dan tidak pula mengherankan bila Eropa bisa bersatu untuk menyingkirkan agama dari masyarakat. Agama seperti apa yang mereka musnahkan ? Ya agama Nasrani buatan para pendeta. Agama dari ramuan keterbatasan akal dan hawa nafsu sebagi pengganti wahyu. Allah mengatakan,
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُون
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata, ‘Ini dari Allah’, dengan maksud untuk menjualnya dengan harga yang sangat murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat”. Al Baqarah 79 
Al Imam Abul Fida’ Ibnu Katsir rahimahullah (w 774 H) mengatakan, “Mereka adalah suatu golongan yang lain dari kaum Yahudi.[1]  Mereka adalah para penyeru kepada kebatilan dengan perkataan dusta yang dan mengada-ada terhadap Allah Ta’ala serta memakan harta manusia secara batil.“Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat”, dikarenakan mereka telah mengubah Taurat[2]. Menambahkan apa yang mereka sukai dan menghapus apa yang  benci serta menghapus nama ‘Muhammad’ dari Taurat. Hal yang demikian menjadikan kemarahan Allah menimpa mereka.”[3]
Ayat-ayat yang ada di dalam Injil adalah karya tulis manusia, maka sangat wajar bila bertentangan dengan ayat-ayat kauni yang banyak disingkap oleh para ilmuan ketika itu. Formula-formula baru yang berhasil ditemukan diawal kemajuan ilmu pengetahuan bertentangan dengan doktrin gereja. 
Kebatilan yang diusung oleh para pemuka gereja dan ditopang oleh kekuatan telah membuat ‘trauma’ masyarakat Eropa dengan agama. Telah menorehkan sejarah hitam yang sakit parah nan sulit disembuhkan. Hingga hari ini.
Tapi sungguh begitu naif bila mereka memberlakukan Islam seperti agama Nasrani. Menyingkirkan dari kehidupan bernegara dan mengatur masyarakat. Jelas sangat jauh berbeda. Justru Islam dalam kitab sucinya banyak membuka kebohongan agama Nasrani yang telah disimpangkan. Tidak bisa Islam diqiyaskan seperti Nasrani yang telah membuat tragedi dalam sejarah Eropa yang tak mungkin bisa terhapus kecuali harus menggantinya dengan sejarah Islam pada hari yang akan datang. Bila Barat memaksakan ajaran sekulerisme, maka itu hanya berlaku bagi Nasrani bukan pada Islam, bila mereka mau bersikap objektif.        
Namun kepiluan yang sedang kita saksikan lebih dari itu. Justru orang-orang yang mengaku Islam mengusung sekulerisme dan mengkontrakdisikan dengan Islam serta menjualnya ke negeri kaum muslimin. Mereka telah mengikuti tapak  orang Barat tanpa bergeser, dalam memojokkan agama. Dimulai selangkah demi selangkah kemudian setia mengikutinya.! Yang berbeda hanyalah objeknya. Orang Barat (di awal sejarah sekulerisme), membuang sampah dari istana  sedangkan orang Islam membuang lentera yang terang cahayanya dari wilayah kekuasaan.  
Bahkan orang Islam jauh lebih parah. Karena orang Barat mengganti kebatilan dengan kebatilan yang lain, sedangkan orang Islam mengganti al haq dengan kebatilan. Keduanya hanya akan bisa sembuh kecuali mau menerima Islam dengan kaffah. Tidak ada obat selain itu ! Tanpa mengambil Islam sebagai penawarnya, maka sejarah akan semakin hitam dan semua hati manusia akan menjadi hitam pekat. Pantang menerima cahaya Allah.
Sekulerisme adalah paham kesyirikan. Meskipun seseorang rajin sholat di masjid, puasa dan menunaikan ibadah haji namun dia juga menganut sekulerisme maka dia adalah orang musyrik haqiqatan. Musyrik yang sebenarnya. Kenapa ? Karena telah mempersembahkan sebagian hidupnya untuk Allah dan sebagian yang lainnya untuk selain Allah. Allah mangatakan,
وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَائِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَائِهِمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُون
“Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata dengan persangkaan mereka, ‘ini adalah bagian untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.’ Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhal-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu”. Al An’am 136
Dari Ibu Abbas, beliau berkata, “ Bahwasanya musuh-musuh Allah apabila mereka bercocok tanam atau mereka mempunyai buah-buahan, mereka menyisihkan bagian untuk Allah dan bagian untuk berhala-berhala mereka. Mereka benar-benar menjaganya. Jika ada sesuatu yang jatuh dari sesajen itu mereka mengambilnya dan meletakkannya kembali pada berhalanya. Jika mereka memberikan air untuk berhala-berhala mereka mereka juga menyisihkan bagian untuk Allah.”[4]
Orang musyrik zaman dulu membagi persembahannya menjadi dua, untuk Allah dan untuk sekutunya. Orang sekuler zaman sekarang membagi hidupnya juga menjadi dua sebagian untuk Allah dan sebagian untuk sekutu Allah (perumus UU buatan). Karena dalam sekulerisme hukum Allah boleh dikerjakan di masjid (bagian untuk Allah) tetapi ketika mengatur pemerintahan di dalam istana, menggunakan hukum manusia (bagian untuk sekutu (berhala mereka). Dua perkara itu sebenarnya sama dan kongruen.
Kekusaan Allah hanya dipersempit dalam masjid, sedangkan di luar masjid Allah harus tunduk dengan perundang-undangan manusia. Karena berhukum adalah termasuk beribadah, maka barang siapa yang berhukum kepada Allah, maka dia telah beribadah kepada Allah. Maka Allah mengatakan,
سَاءَ مَا يَحْكُمُون
“Buruk sekali apa yang mereka hukumi”.
Apa yang mereka berikan untuk Allah (sholat, shoum, ibadah haji dan sebaginya) tidak sampai kepada Allah tetapi sampai kepada syuraka (sekutu-sekutu Allah). Dan apa yang mereka berikan kepada sekutu Allah (ketundukkan kepada pembuat UU) tidak akan sampai kepada Allah. Meskipun mereka merasa bekerja membangun dan memajukan negara adalah suatu ibadah.
Bila pergantian pemimpin di negeri ini setiap lima tahun sekali, dengan mimpi mendapat perubahan  yang baik serta harapan, yang gencar dilontarkan setiap musim kampanye, maka dengan sejujurnya tidak ada yang lebih baik, selama bertumpu pada sekulerisme. Tidak perubahan, kecuali sandiwara jahat yang sedang bergantu pemeran. Semua yang diiming-imingkan kepada masyarakat awam hanyalah pong-pong bolong yang tidak berarti apa-apa. Apapun terobosan pemerintah untuk memajukan bangsanya, maka janji mereka tidak akan bergeser dari kubangan keburukan.
الكفر ملة واحدة 
“Kekufuran itu millah yang satu.”
Dimanapun tempat, kapanpun dan siapapun pemerannya.
Jadi sekulerisme adalah perkara yang sangat berbahaya, karena bisa melenyapkan keimanan seorang muslim.    
[1] Termasuk di dalamnya adalah orang Nasrani yang telah mengikuti perbuatan orang-orang Yahudi.
[2] Orang Nasrani juga telah mengubah-ubah Injil
[3] Tafsirul Quranil  ‘Adzim  I/102
[4] Tafsiril Quranil ‘Adzim li Ibni Katsir II/ 166

Leave A Reply