Bahaya Menafsirkan Al Qur’an Tanpa Ilmu

0
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
ﻓﺄﻣﺎ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻤﺠﺮﺩ ﺍﻟﺮﺃﻱ ﻓﺤﺮﺍﻡ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ
ﻣﺆﻣَﻞ، ﻗﺎﻝ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﻗﺎﻝ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻷﻋﻠﻰ،ﻋﻦ
ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺟﺒﻴﺮ، ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : )) ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻋﻠﻢ
ﻓﻠﻴﺘﺒﻮﺃ ﻣﻘﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻛﺘﺎﺏ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺎﺏ ﻣﺎ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻔﺴﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺮﺃﻳﻪ، ‏(2950‏)

Menafsirkan al Qur’an hanya dengan akal saja maka itu adalah haram. Telah diriwayatkan dari Sufyan dia

berkata; telah meriwayatkan kepadaku Abdul A’la dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata ; Rosulullah saw. bersabda : ” Barangsiapa berkata tentang al Qur’an dengan tanpa Ilmu, maka silahkan menyiapkan tempat duduknya di Neraka”. (HR. at Tirmidzi no 2950, kitab Tafsirul Qur’an bab Tentang Ancaman bagi orang yang menafsirkan al Qur’an dengan akalnya).

Muqoddimah fii Ushulit Tafsir
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :- ﻓﻤﻦ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺮﺃﻳﻪ، ﻓﻘﺪ
ﺗﻜﻠﻒ ﻣﺎ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻟﻪ ﺑﻪ، ﻭﺳﻠﻚ ﻏﻴﺮ ﻣﺎ ﺃُﻣِﺮ ﺑﻪ، ﻓﻠﻮ ﺃﻧﻪ ﺃﺻﺎﺏ
ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﻓﻲ ﻧﻔﺲ ﺍﻷﻣﺮ ﻟﻜﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺧﻄﺄ، ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺄﺕِ ﺍﻷﻣﺮ ﻣﻦ
ﺑﺎﺑﻪ، ﻛﻤﻦ ﺣﻜﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺟﻬﻞ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺇﻥ ﻭﺍﻓﻖ
ﺣﻜﻤﻪ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ‏( ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ 13/371
Berkata Ibnu Taimiyah – rahimahullah :
” Barangsiapa berkata tentang al Qur’an dengan akalnya semata, maka dia telah membebani dirinya dengan sesuatu yang dia tidak memiliki ilmu tentangnya, dan telah menempuh jalan yang tidak diperintahkan. Maka seandainya dia benar dalam menafsirkan maknanya maka sesungguhnya dia telah bersalah, karena dia tidak menempuh jalan yang diperintahkan, sebagaiman orang yg menghukumi perkara diantara manusia dengan kebodohan maka dia di neraka walaupun keputusannya sesuai dengan kebenaran.
(Majmu’ Fatawa 13/371)
Imam Ibnu Taimiyah berkata :

ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺗﺤﺮﺝ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻋﻦ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻣﺎ ﻻ
ﻋﻠﻢ ﻟﻬﻢ ﺑﻪ، ﻛﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺷﻌﺒﺔ ﻋﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ
ﻣﺮﺓ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﻌﻤﺮ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ )) : ﺃﻱ
ﺃﺭﺽ ﺗﻘﻠﻨﻲ ﻭﺃﻱ ﺳﻤﺎﺀ ﺗﻈﻠﻨﻲ ﺇﺫﺍ ﻗﻠﺖ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ
ﻟﻢ ﺃﻋﻠم ((‏( 90‏)
Oleh sebab itulah, para ulama  Salaf merasa berat untuk menafsirkan al Qur’an jika mereka tidak memiliki ilmu tentangnya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Syu’bah dari Sulaiman dari Abdullah bin Murrah dari Abu Mu’ammar dia berkata : Abu Bakar Ash Shiddiq berkata : ” Bumi mana yang akan memikulku dan langit mana yang akan menaungiku jika aku mengatakan tentang kitab Allah dengan sesuatu yang tidak kuketahui (riwayat Ibnu Abi Syaibah : 6/136)
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﻴﺪ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﺑﻦ ﺳﻼﻡ : ﺣﺪﺛﻨﺎ
ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻮﺍﻡ ﺑﻦ ﺣﻮﺷﺐ ﻋﻦ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ
ﺍﻟﺘﻴﻤﻲ ﺃﻥ ﺍﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺳﺌﻞ ﻋﻦ ﻗﻮﻟﻪ : ‏(ﻭَﻓَﺎﻛِﻬَﺔً ﻭَﺃَﺑّﺎً‏)
‏(ﻋﺒﺲ 31:‏) ، ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻱ ﺳﻤﺎﺀ ﺗﻈﻠﻨﻲ ﻭﺃﻱ ﺃﺭﺽ ﺗﻘﻠﻨﻲ
ﺇﻥ ﺃﻧﺎ ﻗﻠﺖ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻻ ﺃﻋﻠﻢ ، ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﻣﻨﻘﻄﻊ
Berkata Abu Ubaid al Qosim bin Salam; telah mengatakan kepadaku Muhammad bin Yazid dari Al ‘Awwam bin Hausyab dari Ibrahim at Taimi bahwa Abu Bakar ash Shiddiq ditanya tentang firman Allah ta’ala:
وَفَاكِهَةً وَأَبًّا
…dan buah-buahan serta rumput-rumputan (‘Abasa :31)
maka beliu berkata : ” Langit mana yang akan menaungiku dan bumi mana yang akan memikulku jika aku berkata tentang Kitab Allah padahal aku tidak tahu ilmunya ” (isnadnya terputus).
Muqoddimah fi Ushul at Tafsir li Ibni Taimiyah.
Abu Salman Abdirrahman

Leave A Reply