Bagaimana Anda Melaksanakan Haji Umrah & Ziarah Ke Masjid Rasul Shallallahu Alaihi Wa Sallam (Part 2)

0

Oleh

Kumpulan Ulama

Bagian Terkahir dari Dua Tulisan [2/2]

CARA ZIARAH KE MASJID RASUL SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Pertama

Disunatkan bagi anda pergi ke Madinah kapan saja, dengan niat ziarah ke Masjid Nabawi dan shalat didalamnya.

Karena shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari pada seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjid Haram, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua

Ziarah ke Masjid Nabawi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah haji, oleh karena itu tidak perlu berihram maupun membaca talbiyah.

Ketiga

Apabila anda telah sampai di Masjid Nabawi, masuklah dengan mendahulukan kaki sebelah kanan, bacalah ” Bismillahi-r-Rahmani-r-Rahim” dan salawat untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alalihi wa sallam. Dan mohonlah kepada Allah agar Ia membukakan untuk anda segala pintu rahmat-Nya, dan bacalah :

“‘Audzu billahi-l-‘azhiimi wa-wajhihi-l-kariimi wa-sulthanihi-l-qadiimi minas syaithani-r-rajiimi, Allahuma iftahlii abwaba rahmatika”

“Artinya : Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah-Nya yang Maha Mulia, dan kepada kekuasaan-Nya yang Maha Dahulu (Qadim), dari godaan syetan yang terkutuk. Ya Illahi, bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu”.

Do’a ini juga dianjurkan untuk dibaca setiap masuk masjid-masjid yang lain.

Keempat

Setelah memasuki Masjid Nabawi, segeralah anda melakukan shalat Tahiyat-al-masjid. Baik juga shalat ini dilakukan di Raudhah, dan jika tidak mungkin, lakukanlah di tempat lain didalam masjid itu.

Kelima

Kemudian menujulah ke kubur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berdirilah didepannya menghadap kearahnya, kemudian ucapkanlah dengan sopan dan suara lirih :

“Asalamu ‘alaika ayuha-l-nabiyyu warahmatul-lahi wabara kaatuhu”

“Artinya : Semoga salam sejahtera, rahmat IIlahi dan berkah-Nya terlimpah kepadamu wahai Nabi (Muhammad)”.

“Allahuma atihi-l-lawasilata walfadhiilah wab’astuhu-l-maqama-l-mahmuuda-ladzii wa’adutahu, Allahuma ijazihi ‘an umatihi afdhala-l-jazaai”.

“Artinya : Ya Allah berilah beliau kedudukan tinggi di sorga serta kemulyaan, dan bangkitkanlah beliau di tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. Ya Allah, limpahkanlah kepadanya sebaik-baik pahala, beliau yang telah menyampaikan risalah kepada umatnya”.

Kemudian bergeserlah anda sedikit kesebelah kanan, agar dapat berada dihadapan kubur Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, ucapkanlah salam kepadanya dan berdo’alah memohonkan ampunan dan rahmat Illahi untuknya.

Kemudian bergeserlah lagi sedikit kesebelah kanan, agar anda dapat berada dihadapan kubur Umar Radhiyallahu ‘anhu, ucapkanlah salam dan berdo’alah untuknya.

Keenam

Disunatkan bagi anda berziarah ke Masjid Quba’ dalam keadaan telah bersuci dari hadats, dan lakukan shalat didalamnya, karena Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam melakukan hal itu dan menganjurkannya.

Ketujuh

Disunatkan pula bagi anda berziarah ke pekuburan Baqi kubur Utsman Radhiyallahu ‘anhu (di Baqi), dan juga kubur para Syuhada’ Uhud dan kubur Hamzah Radhiyallahu ‘anhu, ucapkanlah salam dan berdo’alah untuk mereka, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menziarahi mereka dan berdo’a untuk mereka, dan beliaupun mengajarkan para sahabat beliau apabila mereka berziarah agar mengucapkan :

“Assalamu ‘alaikum ahladdiyar mina-l-mu’miniina wal muslimiina wa-inaa insyaa allahu bikum laahiquuna nas alullaha lanaa walakumul ‘aafiyah”

“Artinya : Semoga salam sejahtera terlimpah untuk kamu sekalian, wahai para penghuni kubur yang mu’min dan muslim, dan kamipun insya Allah akan menyusul kamu sekalian, semoga Allah mengaruniai keselamatan untuk kami dan kamu sekalian”.

Di Madinah Munawwarah tidak ada masjid ataupun tempat yang disunatkan untuk diziarahi, selain Masjid Nabawi dan tempat-tempat yang tersebut tadi, oleh karena itu janganlah anda memberatkan diri atau berpayah-payah mengerjakan sesuatu yang tidak ada pahalanya, bahkan mungkin anda akan mendapatkan dosa karena perbuatan tersebut.

Wa-l-Lahu waliyyu-t-Taufiq

[Disalin dari buku Petunjuk Jama’ah Haji dan Umrah Serta Penziarah Masjid Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Pengarang : mpulan Ulama, hal. 28-31, Diterbitkan dan Diedarkan oleh Departement Agama, Waqaf, Dakwah dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo re&article_id=353&bagian=0

Leave A Reply