Awas Perdukunan!

0

 

Dukun artinya orang yang mengaku bisa mengetahui hal-hal yang ghaib, seperti mengetahui tempat barang yang hilang atau dicuri dengan cara ghaib, bisa meramal nasib seseorang, mengetahui kejadian yang akan terjadi, dsb. Tukang sihir artinya orang yang melakukan perbuatan sihir, seperti: memisahkan pasangan suami-istri, membuat seseorang sakit atau bahkan mati, membuat seseorang jatuh cinta kepada lawan jenis, mengobati orang yang terkena sihir/teluh dengan cara mistik, memper-tunjukan keluar biasaan dengan cara mistik dsb.

Termasuk kategori sihir adalah santet, pelet, ilmu kekebalan tubuh, gendam, terawangan, susuk dsb. Termasuk dalam kategori perdukunan adalah khadam ghaib, mencari wangsit, ramalan bintang, ramalan garis tangan, pengobatan dengan cara-cara yang aneh; seperti: menulis mantra di telur, memindahkan penyakit dari manusia ke hewan, pengobatan jarak jauh, memberi jimat-jimat, membaca jampi-jampi yang bukan dari ayat-ayat Al Qur’an atau ayat-ayat Al Qur’an yang dicampur dengan jampi-jampi asing. Dewasa ini mereka biasa disebut orang pintar, paranormal, supra natural, ahli hikmah, dsb.
Ø Para dukun dan tukang sihir adalah orang-orang kafir, karena:
Mereka mengaku mengetahui perkara-perkara yang ghaib, padahal Allah telah menegaskan bahwa tidak ada yang tahu perkara ghoib kecuali Dia sendiri. (Lihat: QS. 27 : 65)

Dukun dan tukang sihir tidak bisa melakukan prakteknya kecuali dengan bantuan jin atau syetan, mereka akan dibantu oleh jin setelah mereka mempersembahkan suatu bentuk peribadatan atau melakukan suatu kekufuran, seperti: membaca mantra-mantra kufur, menyembelih hewan persembahan, meletakkan Al Qur’an ditempat yang najis, dsb.

Ø BAHAYA PERDUKUNAN

1. Hukumnya haram dan termasuk dosa besar
2. Jika hanya mendatangi tanpa mempercayai, ditolak sholatnya se-
    lama 40 hari.
“Barangsiapa mendatangi dukun lalu menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
3. Jika mempercayai perkataan dukun-dukun  tersebut  maka ia telah
    kafir.  “Barangsiapa yang  mendatangi  dukun  dan membenar-
    kan perkataannya,  sungguh ia telah kafir terhadap apa yang di
    turunkan kepada Muhammad saw. (HR. Abu Daud).
4. Rasulullah saw berlepas diri darinya.
“Bukan dari golongan kami, orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan tanda-tanda benda, burung atau lainnya, yang bertanya dan yang menyampaikannya, atau bertanya kepada dukun dan yang mendukuninya, atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya.” (HR. Al Bazzaar, dengan sanad jayyid)
Ø Jangan tertipu, meskipun mereka mengaku bahwa ilmunya diambil dari Al Qur’an atau diwarisi dari para wali atau “ini semua hanya sebagai syariat sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah semata.” Jangan terkecoh dengan istilah pengobatan dengan tenaga dalam murni, tabib, pengobatan alternatif dsb, karena pengobatan yang dibenarkan oleh Islam hanya dua macam saja:
1.Pengobatan medis (kedokteran), bahan-bahan yang memang mengandung khasiat obat atau penanganan fisik seperti bekam, pijat dsb.
2.Ruqyah yang disyari’atkan yaitu menjampi dengan Al Qur’an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan dan dengan bahasa Arab.
Ø Wahai saudaraku muslim dan muslimah, jauhilah dukun dan per-dukunan serta sihir dan tukang sihir. Semua itu bisa mengantarkan anda ke pintu neraka dan kekal di dalamnya. Bertaubatlah kepada Allah, mintalah hanya kepada-Nya dan berusahalah hanya dengan cara yang halal. Ingatlah hanya Allah lah penolong anda dan hanya dengan izin-Nya lah kehendak anda bisa tercapai.

 

Leave A Reply