Apakah Harus Mengulangi Talqin?

0

 

 

Pertanyaan: Jika saya berada di samping seseorang yang sekarat, kemudian saya mentalqinnya dengan kalimat syahadat, tetapi setelah mengucapkan kalimat syahadat tadi ia membicarakan hal lain, maka apakah saya harus mengulangi talqin tersebut?

Jawab: Benar! Jika orang yang sekarat mengucapkan perkataan lain setelah ia mengucapkan kalimat syahadat, maka orang yang di sampingnya harus mengulang kembali talqin itu dengan penuh lemah lembut. Sehingga, omongan yang paling terakhir diucapkannya adalah kalimat syahadat.

Dinukil dari

al-Muqorrib li Ahkaamil Jana`iz : 148 Fatawa fil Jana`iz, penyusun : ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad al-‘Arifi, dimuroja’ah oleh : ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Jibrin, Penerbit : Dar ath-Thayibah, Riyadh, 1418 H/1997 M.

http://dear.to/abusalma; Maktabah Abu Salma al-Atsari

Leave A Reply