Anjuran Untuk Jujur dan Peringatan dari Dusta

0

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata: “Bersabda Rasulullah shollaullohu alaihi wassalam: Kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah.

Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta” (HR Muslim)([1])

Perowi hadits:

Dia adalah Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu salah seorang Assabiqun Al-awalaun (golongan yang pertama-tama masuk Islam), termasuk kalangan sahabat utama dan ahli fiqih, hafal dari Rasulullah saw 70 surat. Meninggal di Madinah tahun 32 H dalam usia 60 tahun.

Makna Secara Umum:

Dalam hadits ini mengandung isyarat bahwa siapa yang berusaha untuk jujur dalam perkataan maka akan menjadi karakternya dan barangsiapa sengaja berdusta  dan berusaha untuk dusta maka dusta menjadi karakterya. Dengan latihan dan upaya untuk memperoleh, akan berlanjut sifat-sifat baik dan buruk.

Hadits diatas menunjukkan agungnya perkara kejujuran dimana ujung-ujungnya akan membawa orang yang jujur ke jannah serta menunjukan akan besarnya keburukan dusta dimana ujung-ujungnya membawa orang yang dusta ke neraka.

Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits:

  1. Kejujuran termasuk akhlak terpuji yang dianjurkan oleh Islam.
  1. Diantara petunjuk Islam hendaknya perkataan orang sesuai dengan isi hatinya.
  2. Jujur merupakan sebaik-baik sarana keselamatan di dunia dan akhirat.
  3. Seorang mukmin yang bersifat jujur dicintai di sisi Allah Ta’ala dan di sisi manusia.
  4. Membimbing rekan lain bahwa jujur itu jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
  5. Menjawab secara jujur ketika ditanya pengajar tentang penyebab kurangnya melaksanakan kewajiban.
  6. Dusta merupakan sifat buruk yang dilarang Islam.
  7. Wajib menasihati orang yang mempunyai sifat dusta.
  8. Dusta merupakan jalan yang menyampaikan ke neraka.

Dikutip dari: Hadits Level Pertama; Islamic Propagation Office In Rabwah.

([1] ) Shohih Muslim hadits no : 6586.

Leave A Reply