AL-JARHU WA TA’DIL

0

1 Al-Jarhu wa Ta’dil

 Pernyataan adanya cela dan cacat, dan pernyataan adanya “al-Adalah” [Keadilan] dan “hafalan yang bagus” [Adh-Dhabit] pada seorang rawi hadits.

2 At-Ta’dil

 Pernyataan adanya “al-Adalah” pada diri seorang rawi hadits.

3 Al-Jarhu

 Celaan yang dialamatkan pada rawi hadits yang dapat mengganggu (atau bahkan menghilangkan) bobot predikat “al-Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari dirinya.

4 Tsiqah

 Kredibel, di mana pada diri seorang rawi terkumpul sifat al-Adalah dan adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

5 Rawi La Ba`sa Bihi

 Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah.

6 Jayyid

 Baik

7 Liyyin

 Lemah

8 Majhul

 Rawi yang tidak diriwayatkan darinya kecuali oleh seorang saja.

9 Mubham

 Rawi yang tidak diketahui nama (identitas)nya.

10 Mudallis

 Rawi yang melakukan tadlis.

11 Rawi Mastur

 Sama dengan Majhul al-Hal (Rawi yang tidak diketahui jati dirinya).

12 Perawi Matruk

 Perawi yang dituduh berdusta, atau perawi yang banyak melakukan kekeliruan, sehingga periwayatanya bertentangan dengan periwayatan perawi yang tsiqah. Atau perawi yang sering meriwayatkan hadits-hadits yang tidak dikenal (gharib) dari perawi yang terkenal tsiqah.

13 Rawi Mudhtharib

 Rawi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat, di mana riwayat yang disam-paikannya kepada rawi-rawi di bawahnya berbeda antara yang satu dengan lainnya, yang menyebabkan tidak dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh (terjaga).

14 Rawi Mukhtalith

 Rawi yang akalnya terganggu, yang menyebabkan hafalannya menjadi campur aduk dan ucapannya menjadi tidak teratur.

15 Rawi yang tidak dijadikan sebagai hujjah

 Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan hujjah.

16 Saqith

 Tidak berharga karena terlalu lemah (parahnya illat yang ada di dalamnya).

17 Tadh’if

 Pernyataan bahwa hadits atau rawi bersangkutan dha’if (lemah).

18 Tahqiq

 Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran yang paling tepat.

19 Tahsin

 Pernyataan bahwa hadits bersangkutan adalah hasan.

20 Takhrij

 Mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sumbernya, berikut memberikan hukum atasnya; shahih atau dhaif.

21 Syahid

 Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari sahabat yang berbeda.

22 Syawahid

 Hadits-hadits pendukung, jamak dari kata syahid. Haditsnya layak dalam kapasitas syawahid, artinya, dapat diterima apabila ada hadits lain yang memperkuatnya, atau sebagai yang me-nguatkan hadits lain yang sederajat dengannya.

23 Mutaba’ah

 Hadits yang para rawinya ikut serta meriwayatkannya bersama para rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari seorang sahabat yang sama.

Dikutip dari: Dasar Ilmu Hadits; Oleh : Tim Lidwa Pusaka; www.ibnumajjah.wordpress.com

Leave A Reply