AGAR SELAMAT DARI MUSIBAH YANG DIAKIBATKAN PERBUATAN DOSA DARI ORANG LAIN

0
Sering kali kita melewati sekelompok pemuda yang melakukan kemungkaran, misalnya : sudah waktunya sholat tapi tidak sholat atau berpacaran tapi kita diam saja, tanpa melakukan suatu tindakan yang bisa merubah kemungkaran tersebut dengan alasan yang penting kita tidak melakukannya, toh mereka akan mendapatkan akibatnya sendiri, sikap yang demikian ini tidak dibenarkan dalam Islam.

Dalam sebuah atsar (riwayat ) disebutkan bahwa salah seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Isroil mengucilkan diri di kampung kediamannya. Ia selalu tekun mengerjakan sholat, berpuasa dan senantiasa beribadah kepada Alloh, namun ia tidak mau mengingkari kemungkaran yang ada disekitarnya, seperti zina, riba, mengambil barang orang lain tanpa izin dan membunuh.

Alloh lantas memerintahkan kepada Jibril agar menghancurkan kampung kaum yang bermaksiat itu.  Jibril pun berangkat kesana, namun ia melihat ahli ibadah itu terus berdoa kepada Alloh. Jibril berkata, “Ya Robb, ada seorang hamba yang beribadah kepadaMu ! bagaimana kami akan membinasakan bersama mereka ?.
Alloh berfirman, “Mulailah dari dia ! sesungguhnya ia bersikap masa bodoh terhadap kemungkaran yang ada disekelilingnya.” Atau sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh. Dari sini, kita tahu betapa bahaya bersikap diam terhadap kemungkaran, dan bahwa manusia bersikap masa bodah di dalam masyarakat itu sebenarnya bukan lah seorang muslim yang hakiki, alias tidak sempurna islamnya.  Memang benar, bahwa bisa saja ia akan tetap selamat di akherat, akan tetapi ia telah berbuat buruk terhadap agamanya, terhadap masa depannya, terhadap ummatnya dan dan terhadap negerinya. 
Suatu kali, Abu bakar berdiri diatas mimbar, lalu beliau berkata , “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini dan mengartikannya tidak sebagaimana mestinya. Yaitu tentang firman Alloh : Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang-orang yang sesat itu akan memberi madlorat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.”(Al-Maidah : 105).
Sedanngkan aku telah mendengar Rosullulloh bersabda, “Sesungguhnya manusia itu jika melihat suatu kemungkaran dan tidak mau mengubahnya, maka hampir-hampir saja Alloh menimpakan hukuman dari sisi-nya secara menyeluruh terhadap mereka semuanya.”HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dari Abu Bakar, hadits shohih.
Sebagian orang memahami ayat diatas dengan “istiqomahlah kalian dan tegakkanlah perintah Alloh. Tidak ada urusan bagi orang lain, apapun yang mereka lakukan.
Ini adalah salah !
Makna yang benar dari ayat diatas adalah jika kalian telah memerintahkan ( kebaikan)dan melarang (kemungkaran), maka orang yang sesat tidak akan merugikan (membahayakan)kalian bilamana kalian telah mendapatkan petunjuk, setelah kalian memerintah dan melarang.
Rosullulloh bersabda, “Demi Dzat yang diriku ada ditangan-Nya, kalian hendaknya memerintahkan yang makruf, mencegah yang mungkar, menahan tangan orang yang bodoh (dari melakukan kebodohannya), dan mengembalikannya kepada kebenaran; atau (jika kamu tidak mau melakukannya, maka) Alloh akan membuat hati kalian berselisih, kemudian Dia akan melaknat kalian sebagaimana Dia telah melaknat orang-orang sebelum kalian.” HR. Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud, hadits shohih.
Mari peduli dengan dakwah agar terhindar dari bencana.
Disarikan dari karya DR.’A’IDH AL-QORNI, M.A. “PESONA CINTA : POTRET INDAH KASIH SAYANG KAUM BERIMAN”.
Tangerang, 9 Sya’ban 1435 H.
Abu Uwais Al-Qudsy.

Leave A Reply