Adakah Yang Lebih Bertakwa Dari Muhammad SAW?

Denali National Park in autumn, Alaska, USA, North America
0

 

 
Pada suatu hari, ketika Abu Sa’id Al-Khudri dan para sahabat berada di hadapan rasulullah saw yang sedang membagi rampasan perang, datanglah Dzul Khuwaishirah, seseorang dari Bani Tamim.
Ia berkata, “Wahai rasulullah, berlaku adillah!”

Rasulullah saw menjawab, “Celakalah dirimu, siapa lagi yang akan berlaku adil, kalau aku sendiri tidak berlaku adil? Sungguh aku ini bukan seorang penipu dan akan rugi kalau tidak berlaku adil.”
Umar lalu berkata, “Perkenankan aku memenggal lehernya.”
Rasulullah menjawab, “Biarkan saja, karena ia memiliki rekan-rekan, di mana salah satu dari kalian mencela shalatnya dan shalat rekan-rekannya, juga puasanya dan puasa rekan-rekannya. Mereka membawa Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya. Mereka keluar dari agama Islam dengan mudahnya seperti melesetnya anak panah dari bidikan. Ia meneliti pedang, kapak dan anak panahnya yang tidak memiliki mata panah dan bulu, padahal ia telah merusaknya sampai ke bulu-bulu panahnya, sehingga ia tidak menemukan apa-apa, padahal sebelumnya penuh kotoran dan darah. Pemimpin mereka adalah orang yang salah satu lengan atasnya hitam seperti puting susu perempuan atau sepotong daging yang dikunyah. Mereka bertempur melawan golongan manusia yang terbaik.”
Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Aku bersaksi bahwa aku sungguh-sungguh telah mendengar hadits ini dari rasulullah saw dan aku bersaksi bahwa Ali bin Abi Thalib memerangi mereka serta aku ikut bersamanya. Aku mencari laki-laki itu dan menemukannya sesuai dengan sifat-sifat yang telah dijelaskan nabi saw.”
Dalam riwayat lain, Abu Sa’id menceritakan bahwa ia menerima tamu seorang laki-laki yang kedua matanya cekung, keningnya menonjol, jenggotnya tebal, bagian atas pipinya menonjol dan kepala dicukur. Laki-laki itu berkata, “Wahai Muhammad, bertakwalah kepada Allah!”
Rasulullah saw menjawab, “Siapa lagi yang mau bertakwa kepada Allah kalau aku sendiri mendurhakai-Nya. Allah telah mempercayakan penduduk kami kepadaku, sementara kalian tidak mempercayaiku.”
Kemudian salah seorang sahabat minta diperkenankan membunuh orang itu, tetapi rasulullah melarangnya, sehingga laki-laki itu selamat. Rasulullah bersabda, “Dari kelompok orang ini, akan muncul orang-orang yang pandai membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkannya. Mereka keluar dari agama Islam dengan mudahnya seperti melesatnya anak panah dari bidikannya.  Mereka memerangi penganut Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Kalau aku menjumpai mereka, aku benar-benar akan memusnahkan mereka seperti kaum ‘Ad.”
Dikutip dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.

 

Leave A Reply