☘ Masalah Puasa Bagi Wanita Hamil dan Menyusui

0

 

Para ulama berbeda pendapat mengenai wanita hamil/menyusui yang kemudian tidak berpuasa, apakah membyar fidyah atau qodho’. Ada 3 qoul sslaf dalam hal ini;
1⃣ Cukup Qadha saja
Ini pendapat Abu Hanifah dan dari kalangan sahabat yang berpendapat demikian adalah Ali bin Abi Thalib.
2⃣ Jika khawatir dengan kesehatan dirinya maka Qadha’, jika khwatir dengan kesehatan dirinya dan janin/bayinya, maka qadha dan fidyah. Ini pendapat imam Syafi’i dan Hambali, dan menurut Al-Jashash di kalangan sahabat  yang demikian adalah Ibnu Umar.
3⃣ Cukup membayar fidyah sja. Ini pendapat Ibnu Abbas, dan juga Ibnu Umar seperti diriwayatkan dalam Al-Mughni.
Tarjih:
Pendapat yang pertama dirajihkan oleh banyak ulama’, dengan dalil diantaranya:
👉HR. an Nasaai no. 2274:
  عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ عَنْ الْمُسَافِرِ نِصْفَ الصَّلاةِ ، وَالصَّوْمَ ، وَعَنْ الْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ ) . صححه الألباني في صحيح النسائي
Artinya: ” Allah meringankan bagi musafir separuh (roka’at) sholat dan puasa, demikian juga bagi wanita hamil dan menyusui” dishahihkan Al-Albani.
Di situ Allah menetapkan bagi musafir qashar dalam sholat dan qodho dalam puasa, dan menyamakan dalam hal puasa dengan wanita hamil dan mnyusui.
👉Qiyas
Kehamilan dan masa menyusui terbatas oleh waktu (tidak selamanya), maka diqiyaskan dengan sakit. Allah berfirman dalam Al Baqarah 184:
( فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ )
” Maka barangsiapa diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan, hendaknya dia mengganti puasa di hari yang lain “
Berkata syaikh bin Baz dalam Majmu Fatawanya 15/227:
الصواب في هذا أن على الحامل والمرضع القضاء وما يروى عن ابن عباس وابن عمر أن على الحامل والمرضع الإطعام هو قول مرجوح مخالف للأدلة الشرعية ، والله سبحانه يقول : ( وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ(
“Benar di sini bahwasannya bagi orang hamil dan sakit itu adalah qadha, kemudian apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar bahwa bagi orang hamil dan sakit adalah fidyah itu marjuh menyelisihi dalil syar’i. Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa yang sakit atau bersafar maka ia menggantinya pada hari yang lain. –QS. Al-Baqarah: 184-.“
Berkata syaikh Utsaimin setelah menyebutkan bermacam pendapat ulama dalam hal ini, kemudian beliau memilih pendapat yang mengatakan hanya wajib qadha bagi wanita hamil dan menyusui, kemudian berkata:
وهذا القول أرجح الأقوال عندي ، لأن غاية ما يكون أنهما كالمريض والمسافر فيلزمهما القضاء فقط
“Perkataan ini adalah yang paling rajih di antara banyak perkataan lain menurut saya. Karena kebanyakan, bahwa keduanya seperti yang sakit atau safar mereka itu harus qadha saja.” (Syarhul mumti’ 6/220).
Diringkas dr: islamqa.com
https://islamqa.info/ar/49794
========🔷======🔷=======
YAYASAN ADHWAUL BAYAN (YABA)
“Menebar Dakwah Melayani Ummat”
Alamat : jl. Bouroq no: 04. Kel. Karangsari, Kec. Neglasari Tangerang.
Cp :081387111575 / 081384042994
website: www.adhwaulbayan.or.id, email : adhwaulbayan@gmail.com
Rekening: BSM 7075720925 an. Yayasan adhwaulbayan

 

Leave A Reply