Turunnya nabi Isa di Akhir Zaman menurut Al Qur’an

0

Diantara aqidah yang diyakini oleh kaum muslimin sejak zaman Nabi mengenai tanda-tanda akhir zaman adalah turunnya nabiyullah ‘Isa ‘Alaihissalam ke dunia secara hakiki dengan jasad dan ruhnya. Namun demikian, ada sebagian kecil yang menolaknya dengan alasan tidak ada keterangan yang mutawatir – baik dalam Al Quran maupun hadits mutawatir-  tentang hal tersebut. Tentu hal ini adalah persangkaan yang tidak berdasar. Sebab kalau kita pelajari, minimal akan kita dapatkan 3 ayat dalam Al Quran yg menyebutkan tentang Nabi ‘Isa dan hubungannya dg akhir zaman atau hari kiamat. Dimana tidak ada nabi diluar nabi umat akhir zaman – Muhammad – yang dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat dalam Al Quran,  kecuali nabi Isa. Bahkan tidak kurang dari 3x.
Berikut ini ayat-ayat dalam Al Quran tersebut:
1⃣
ٌ
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus (QS. Az Zukhruf: 61)

Berkata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya:

“وإنه لعلم للساعة” أي أمارة ودليل على وقوع الساعة قال مجاهد “وإنه لعلم للساعة” أي آية للساعة خروج عيسى ابن مريم عليه السلام قبل يوم القيامة وهكذا روي عن أبي هريرة وابن عباس وأبي العالية وأبي مالك وعكرمة والحسن وقتادة والضحاك وغيرهم وقد تواترت الأحاديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه أخبر بنزول عيسى عليه السلام قبل يوم القيامة إماما عادلا وحكما مقسطا.

” Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat…” maksudnya adalah tanda dan bukti akan dekatnya hari kiamat.
Mujahid berkata : yaitu tanda Kiamat adalah keluarnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam sebelum hari kiamat. Demikian pula pendapat yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abul ‘Aliyah, Abu Malik, Ikrimah, Al Hasan, Qotadah, Adh Dhahhak dan yang lainnya. Dan telah mutawatir hadits-hadits dari Rosulullah bahwa beliu mengabarkan tentang akan turunnya Nabi Isa  ‘Alaihissalam sebelum terjadinya kiamat, sebagai imam yang adil, dan hakim yang bijaksana. (Tafsir Qur’anul Adzim mengenai ayat 61 Surat az Zukhruf, Imam Ibnu Katsir)

Dalam hadits disebutkan;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرُ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”. ( HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 242).

Hadits ini diriwayatkan oleh lebih dari 20 orang shahabat, dan semua perawi hadits mencatatnya didalam kitab-kitab hadits mereka, dan para ulama hadits pun mengatakan bahwa ini adalah hadits yang mutawatir. Silahkan dilihat penjelasan lebih detailnya dalam situs berikut:

Turunnya Nabi Isa bin Maryam Di Akhir Zaman

2⃣

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS. An Nisa: 159)

Ibnu Jarir ath Thabary meriwayatkan dengan sanadnya dari shahabat Ibnu Abbas bahwa beliu – radhiyallahu ‘anhu – berkata:
قبل موت عيسى ابن مريم عليه السلام
“yaitu sebelum wafatnya ‘Isa bin Maryam – ‘Alaihissalam.

Berkata Ibnu Malik:
ذلك عند نزول عيسى وقبل موت عيسى ابن مريم عليه السلام لا يبقى أحد من أهل الكتاب إلا آمن به
” ini terjadi saat turunnya sampai sebelum wafatnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam, tidak tersisa seorangpun dari Ahli Kitab kecuali telah beriman kepadanya”.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Al Hasan al Bashri berkata:

قبل موت عيسى والله إنه لحي الآن عند الله ولكن إذا نزل آمنوا به أجمعون

” (yaitu) sebelum wafatnya Nabi Isa, sungguh demi Allah nabi Isa saat ini masih hidup berada disisi Allah, dan nanti ketika diturunkan maka semua akan beriman kepadanya”
(Tafsir Ibnu Katsir pada ayat 159 QS. An Nisaa’)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di mengatakan:
ويحتمل أن الضمير في قوله: { قَبْلَ مَوْتِهِ } راجع إلى عيسى عليه السلام، فيكون المعنى: وما من أحد من أهل الكتاب إلا ليؤمنن بالمسيح عليه السلام قبل موت المسيح، وذلك يكون عند اقتراب الساعة و ظهور علاماتها الكبار

” Dan dhomir (kata ganti) pada firman Allah ‘ sebelum kematiannya’ bisa juga kembali kepada Isa ‘alaihissalam, sehingga maknanya: ‘tidak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada al masih Isa ‘alaihissalam sebelum wafatnya Isa ‘alaihissalam. Ini terjadi ketika telah dekat hari Kiamat dan telah munculnya tanda-tanda besarnya.” (Tafsir As Sa’di tentang QS. An Nisaa’: 159)

3⃣

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

“dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”.  (QS. Ali Imron: 46)

Allah menyebutkan bahwa diantara mukjizat nabi Isa ‘alaihissalam, adalah bisa berbicara saat masih bayi dalam gendongan dengan izin Allah. Ini jelas sesuatu yang luar biasa.
Tetapi apa maksud dari berbicara saat sudah dewasa? Bukankah ini sesuatu yang normal/lumrah? Karena semua orang juga bisa berbicara ketika sudah dewasa. Lalu kenapa Allah menyebutkan hal itu sebagai salah satu kekhususan bagi nabi Isa ‘alaihissalam? Tentu ada maksud didalamnya.

Ibnu Jarir ath Thabary menukilkan satu atsar dalam tafsirnya:

7078 – حدثني يونس قال، أخبرنا ابن وهب قال، سمعته – يعني ابن زيد – يقول في قوله: ” ويكلم الناس في المهد وكهلا “، قال: قد كلمهم عيسى في المهد، وسيكلمهم إذا قتل الدجال، وهو يومئذ كهلٌ.

7078: Telah berkata kepadaku Yunus, mengabarkan kepadaku Ibnu Wahab, bahwa dia mendengar Ibnu Zaid berkata tentang firman Allah dalam surat Ali Imran 46 : ‘ Isa telah berbicara kepada manusia saat masih bayi, dan kelak akan berbicara kepada manusia ketika telah membunuh Dajjal, yg mana pada waktu itu beliu sudah dewasa’.

Imam Ar Razi menjelaskan tentang maksud ‘berbicara saat dewasa’ ini sebagai berikut:

والثاني: هو قول الحسين بن الفضل البجلي: أن المراد بقوله  وَكَهْلاً  أن يكون كهلاً بعد أن ينزل من السماء في آخر الزمان، ويكلم الناس، ويقتل الدجال، قال الحسين بن الفضل: وفي هذه الآية نص في أنه عليه الصلاة والسلام سينزل إلى الأرض.)

Kedua:  yaitu perkataan Al Husain bin al Fadhl al Bajali:  ‘ Bahwa maksud firman Allah ‘ berbicara saat dewasa’ adalah setelah turunnya dari langit pada akhir zaman, yang kemudian berbicara kepada manusia dan membunuh Dajjal. Al Husain bin Al Fadhl berkata:  ayat ini merupakan nash yang menjelaskan bahwasanya Nabi Isa ‘alaihissalam akan diturunkan ke bumi”

Jadi itulah ke istimewaan nabi Isa ‘alaihissalam yang mana ‘dimatikan’ oleh Allah dengan diangkat ke langit ruh dan jasadnya kemudian ‘dihidupkan kembali’ (baca:  diturunkan ke bumi) di akhir zaman dan berbicara menjelaskan al Haq kepada manusia dengan usia sama seperti saat diangkat kelangit yaitu 33 tahun. Sehingga seolah-olah beliau adalah orang yang ‘sudah mati’ bisa berbicara.

Wallahu a’lam.

📝Abu Salman Abdirrahman
Jakarta, 23 Mei 2015.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.