Tidak Adil Di Antara Anak

0

Di antara orang tua ada yang sengaja memberikan perlakukan khusus dan istimewa kepada sebagian anaknya, anak-anak itu diberikan berbagai macam pemberian, sedangkan yang lain tidak demikian.
Menurut pendapat yang kuat, tindakan semacam itu hukumnya haram, jika tidak ada alas an yang membolehkannya. Misalnya anak tersebut memang dalam kondisi yang berbeda dengan anak-anak yang lain. Seperti sedang sakit, dililit banyak utang sehingga tak mampu membayar, tidak mendapat pekerjaan, memiliki keluarga besar, sedang menuntut ilmu atau karena ia hafal Al-Qur’an sehingga ia diberi hadiah khusus oleh sang ayah.
Jika sang ayah memberi anaknya sesuatu dengan sebab yang dibenarkan syara’, hendaknya ia berniat jika anaknya yang lain dalam kondisi yang sama, ia akan memberinya pula. Dalilnya secara umum firman Allah ta’ala:
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 8).
Adapun dalilnya secara khusus adalah hadits riwayat Nu’man bin Basyir radhiallahu anhu:
Suatu hari sang ayah mengajaknya kepada rasulullah shollaulohu alaihi wassalam, sang ayah berkata, “Sesungguhnya aku telah memberikan kepada putraku ini seorang budak.” Rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bertanya, “Apakah setiap anakmu juga engkau beri hal yang sama?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bersabda, “Kembalikanlah (budak itu).”
Dalam riwayat yang lain rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anakmu.” Ia berkata, “Kemudian ia pulang lalu mengembalikan pemberiannya.”
Dalam suatu riwayat disebutkan:
Jika demikian, janganlah engkau menjadikan aku sebagai saksi, kaena aku tidak memberi kesaksian atau suatu kezhaliman.
Menurut Imam Ahmad rahimahullah: Anak laki-laki mendapat pemberian dua kali lipat bagian anak perempuan, yakni seperti dalam pembagian warisan.
Bila kita perhatikan kondisi sebagian keluarga, kita akan mendapatkan beberapa orang tua yang tidak takut kepada Allah ta’ala dalam soal pengistimewaan sebagian anaknya atas anaknya yang lain dengan berbagai pemberian. Tindakan yang kemudian membuat anak saling cemburu, menumbuhkan permusuhan dan kebencian di antara sesama mereka.
Sebagian ayah mengistimewakan salah seorang anaknya hanya karena wajah anak tersebut mirip denan keluarga dari pihak ayah, sedang yang lain dianak-tirikan karena lebih menyerupai dengan wajah keluarga pihak ibu.
Atau ia mengistimewakan anak-anak dari salah seorang istrinya, sedang anak-anak dari istri yang lain kurang ia perdulikan. Hal itu misalnya dengan memasukkan anak-anak dari istri yang paling disayangi ke sekolah-sekolah favorit, sedang anak-anaknya dari istri yang lain tidak demikian.
Padahal akibat tindakan tersebut kelak akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebab pada umumnya, mereka yang dianak-tirikan tidak mau membalas budi kepada orang tuanya.
Dalam hal ini rasulullah shollaulohu alaihi wassalam bersabda:
Bukankah akan menyenangkanmu jika mereka sama-sama berbuat baik kepadamu.

Dikutip dari: Dosa-dosa Yang Dianggap biasa; Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid; Kantor Dakwah-Sulay; Penerjemah, Ainul Harits Umar Thayyib ; Islamic Propagation Office In Rabwah;

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.